Kesehatan Ibu Hamil dan Bayi

Daftar Blog Saya

Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Kehamilan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Kehamilan. Tampilkan semua postingan

Posisi Tidur Yang Baik Selama Hamil

Setelah masa kehamilan mulai memasuki tremester ketiga dan seterusnya, mencari posisi tidur yang baik selama hamil memang sedikit sulit karena perut yang semakin membesar. Hal ini kerap kali membuat ibu hamil menjadi kurang nyaman saat beristirahat. Keadaan ini biasanya dapat membuat ibu hamil merasa cemas, bahkan dari tremester kedua karena sudah merasa tidak nyaman mencari posisi tidur yang baik.


Meskipun janin dalam kandung tidak memiliki masalah dalam posisi tidur ibu hamil, karena didalamnya sudah terdapat ketuban yang mampu melindunginya. Namun ibu hamil tetap harus berhati-hati untuk memilih posisi tidur yang tepat agar dapat memberikan kenyamanan untuk ibu hamil maupun untuk janin dalam kandungan.

Berikut ini merupakan posisi tidur yang baik selama hamil yang dapat anda lakukan:


  • Tidur dengan posisi telentang – jika usai kehamilan anda sudah memasuki 16 minggu sebaiknya tidak melakukan posisi ini. Karena pada usia 16 minggu, berat rahim anda cukup besar sehingga tidur dalam posisi telentang ini, anda meletakkan seluruh berat rahim di atas tubuh anda dan dapat menyebabkan sakit pinggang. Selain itu, posisi tidur telentang pada usia kehamilan tremester kedua dapat mempengaruhi tekanan darah sehingga posisi ini tidak dianjurkan.
  • Tidur dengan posisi miring – untuk tidur yang lebih nyaman, pada usia kehamilan yang sudah memasuki 16 minggu anda dapat melakukan posisi tidur miring ke sebelah kiri. Karena pada posisi ini, janin anda akan menerima nutrisi yang cukup maksimal ke plasenta karena adanya vena besar dibagian belakan sebelah kanan svina yang dapat mengembalikan aliran darah ke tubuh bagian bawah ke jantung.
  • Tidur dengan posisi tengkurap – posisi yang cukup aman untuk ibu hamil adalah dengan posisi tidur tengkurap, namun posisi ini dianjurkan pasca kehamilan tremester pertama. Karena payudara yang mengalami pembesaran dan juga payudara yang lebih sensitif akan menimbulkan ketidaknyamanan untuk tidur tengkurap. Oleh karena itu, posisi ini hanya dapat dilakukan pasca kehamilan tremester pertama saja.


Itulah beberapa posisi tidur yang baik selama hamil yang dapat kami sampaikan pada artikel diatas. Semoga tips kehamilan ini dapat bermanfaat untuk anda semua.

Cara Menghitung Usia Kehamilan

Dengan mengetahui usia kehamilan, anda dapat mempersiapkan segala sesuatu untuk proses persalinan nanti dan cara menghitung usia kehamilan dapat anda lakukan sendiri selain mengeceknya pada dokter kandungan. Mengetahui usia kehamilan sendiri dapat memudahkan anda dalam mempersiapkan segala sesuatunya sehingga anda tidak hanya mengetahui dari dokter kandungan saja.

Cara Menghitung Usia Kehamilan

Ada beberapa cara menghitung usia kehamilan ini dengan mudah dan anda juga dapat melakukannya dengan cara yang cukup sederhana. Untuk hasilnya sama akurat dengan hitungan dokter kandungan yang anda kunjungi. Agar tidak bertambah penasaran, kami akan menyampaikan beberapa cara sederhana tersebut.

Berikut ini adalah beberapa cara menghitung usia kehamilan dengan tepat dan mudah:


• Menggunakan metode kalender – cara pertama menghitung usia kehamilan anda yaitu dengan cara metode kalender. Metode ini dapat anda lakukan dengan mudah dan sering kali dilakukan oleh sebagian ibu hamil yang memiliki siklus menstruasi yang teratur. Metode kalender ini merupakan metode HPHT hari pertama haid terakhir. Cara ini memang sering dilakukan namun metode kalender ini hanya dapat dilakukan oleh sebagian ibu hamil yang memiliki siklus menstriasi yang teratur setiap 28 atau 30 hari sekali.
• Mendeteksi gerakan janin – pada usia kehamilan 18 sampai 20 minggu, anda sudah bisa merasakan gerakan janin dalam perut anda. Kondisi ini berlaku pada kehamilan pertama kali, karena pada kehamilan berikutnya janin akan mulai bergerak pada usia kehamilan yang memasuki 16 sampai 18 minggu. Cara menghitung kehamilan dengan cara ini memang cukup mudah karena ibu hamil mulai bisa merasakan gerakan janin dalam perut mereka yang menandakan usia tertentu kehamilan tersebut.
• Menggunakan metode ultrasonografi atau USG – cara yang sangat akurat untuk menghitung usia kehamilan anda dengan tepat yaitu dengan cara USG. Dengan cara ini, anda juga dapat mengetahui jenis kelamin janin yang anda kandung. Mengetahui gerakan serta kondisi janin dalam kandungan anda.

Demikianlah beberapa cara menghitung usia kehamilan yang dapat kami sampaikan diatas. Semoga informasi kehamilan ini dapat bermanfaat untuk anda.

Pola Makan Saat Hamil Dapat Mempengaruhi Perilaku Anak

Perlu anda ketahui, pola makan saat hamil dapat mempengaruhi perilaku anak. Untuk menjaga perkembangan janin dalam kandungan agar tetap sehat, pola makan yang sehat harus selalu anda lakukan. Banyak mengkonsumsi makanan bergizi dapat mengingkatkan tumbuh kembang yang baik pada janin dalam kandungan anda.

Pola Makan Saat Hamil Dapat Mempengaruhi Perilaku Anak

Jika anda kekurangan nutrisi dalam tubuh ini dapat menyebabkan gangguan perilaku ketika memasuki masa anak-anak. Menurut penelitian, nutrisi yang diterima pada masa kehamilan ini sangat berkaitan dengan perkembangan fisik pada anak dikemudian hari. Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ini, anda harus mencukupi asupan gizi tersebut dengan banyak mengkonsumsi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, sayur dan buah-buahan.

Untuk mengatasi masalah kehamilan ini, sebaiknya anda rutin mengkonsumsi buah dan sayur, jika anda hanya memilih buah dan sayur saja kebutuhan harian anda juga harus selalu terpenuhi yaitu dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung asam folat. Asam folat ini berfungsi untuk pembentukan saraf pada trimester pertama kehamilan anda. Selain asam folat, kebutuhan protein juga harus tercukupi. Makanan yang mengandung asam folat ini seperti susu kedelai, buah jeruk, roti dan sereal.

Sedangkan makanan yang banyak mengandung protein ini seperti kacang-kacangan yaitu beras merah, jagung dan makanan yang mengandung protein lainnya. Selain itu, anda dapat mengkonsumsi buah apricot, semangka dan jus tomat brokoli yang banyak mengandung zat besi dan berfungsi baik untuk pembentukkan sel darah merah.

Menurut para ahli pola makan saat hamil dapat mempengaruhi perilaku anak


oleh karena itu baik pada masa kehamilan, ataupun untuk mempersiapkan kehamilan, anda harus menjaga pola makan yang sehat. Dengan pola makan yang terjaga asupan gizi dan vitaminnya akan membantu proses perkembangan janin dengan sehat. Selain itu pola makan yang sehat dapat menghindarkan anda dari berbagai masalah kehamilan. Makanan sehat seperti buah dan sayur ini memang sangat penting untuk pembentukkan janin yang baik dan sempurna.

Kandungan vitamin pada buah dan sayur juga dapat membantu proses pembentukkan otak yang baik pada janin dalam kandungan anda. Demikianlah informasi yang telah kami sampaikan diatas mengenai pola makan saat hamil dapat mempengaruhi perilaku anak. Semoga informasi kehamilan ini dapat bermanfaat untuk anda.

Ibu Hamil Melahirkan

Ibu Hamil Melahirkan - Melahirkan adalah saat-saat yang paling mendembarkan bagi seorang Ibu hamil. Memasuki minggu terakhir masa kehamilan, Ibu hamil akan mengalami sejumlah perubahan fisik maupun psikologis, seperti emosi tak stabil, gejolak energi berlebih, atau ingin menyendiri. Secara fisik, hormon kehamilan akan membuat tulang kemaluan melebar dan melunakkan dasar panggul Ibu supaya bayi bisa makin turun lalu masuk menuju jalan lahir. Dari luar, Ibu hamil posisi perutnya akan tampak semakin menurun. Selain itu, tekanan pada perut dan paru-paru akan berkurang. Namun, jangan kaget jika Bunda lebih sering buang air kecil, karena posisi bayi turun ke bawah akan menekan kandung kemih Ibunya. Kemungkinan Bunda akan mengalami keputihan ataupun memproduksi lendir kemlauan yang meningkat dibandingkan biasanya. Tiap ibu akan memiliki tanda awal melahirkan yang beda. Ada yang mengalami sakit pinggang, kram perut, mulas ataupun mual dan muntah seperti gejala morning sickness ketika awal kehamilan.


Beberapa minggu jelang ibu hamil melahirkan, Bunda juga kemungkinan akan mengalami kontraksi palsu. Oleh karena itu, Ibu harus mengetahui gejala serta jenis kontraksi supaya tidak panik ataupun salah mengatasi. Ingat ya Bund, kontraksi yang sesungguhnya akan berlangsung dengan pola semakin lama semakin kuat dan semakin sering. Berikut adalah beberapa tanda awal Ibu hamil melahirkan yang perlu Bunda katahui.
1. Lepasnya Sumbat Ketuban
Sumbat ketuban yang menutupi rahim serta menjaganya supaya tetap steril demi tumbuh kembang bayi, akan lepas. Ketika rahim melunak, sumbat ketuban akan lepas. Bentuknya kenyal menyerupai jelly, bisa berwarna pink, bening ataupun dengan bercak darah. Pada biasanya sumbat ketuban ini akan lepas beberapa jam sebelum proses Ibu  hamil melahirkan.
2. Ketuban Pecah
Kaetika rahim berkontraksi dengan kuat pada akhir tahap pertama proses melahirkan, membran ketuban akan pecah. Namun, banyak pula yang mengalami membran ketuban pecah beberapa hari sebelum proses melahirkan atau ketika awal tahap awal melahirkan. Malah, pada kasus tertentu, terjadi bayi yang terlahir masih dalam kantung ketubannya. Menakjubkan bukan? Cairan ketuban bisa berwarna keruh, bening atau semu merah jambu. Bila air ketuban Ibu hamil telah keluar, baik itu sedikit ataupun banyak, segeralah periksakan diri ke dokter kandungan. Sebab tahapan melahirkan selanjutnya dapat saja terjadi dalam waktu yang singkat.

Lantas, Kapan Sebaiknya menghubungi Dokter Kandungan? Jika Bunda mengalami tanda-tanda seperti di atas, maka segera hubungi dokter. Saat seperti ini Bunda sudah memasuki tahap awal persalinan. Biasanya, dokter akan menanyai pola kontraksi serta tanda-tanda melahirkan lainnya pada Bunda. Selanjutnya, sembari menunggu Ibu memasuki tahap persalinan berikutnya, dokter akan mulai menyusun rencana dan tindakan persalinan serta informasi mengenai kapan sebaiknya Ibu harus pergi ke rumah sakit.

Video Ibu Hamil

Video Ibu Hamil - Proses Terjadinya kehamilan dimulai ketika seorang wanita melakukan hubungan badan dengan seorang pria, maka wanita tersebut berpeluang untuk hamil. Kehamilan terjadi saat sel sperma yang masuk rahim seorang wanita membuahi sel telur yang sudah matang. seorang pria rata-rata mengeluarkan mani sebanyak 3 cc, dengan setiap 1 cc mani normal mengandung kurang lebih 100 juta sampai 120 juta buah sel sperma.

Sesudah air mani ini terpancar ke dalam pangkal saluran kelamin wanita, maka jutaan sel sperma tersebut akan berlarian melintas rongga rahim dan saling berebutan untuk mencapai sel telur matang yang berada di saluran tuba pada seberang rahim Ibu hamil. Pada waktu ovulasi, lapisan lendir dalam leher rahim jadi lebih cair, jadi sel sperma akan mudah untuk menembus rahim. Sperma yang bergerak dari v-agina hingga ke ujung tuba falopii dalam waktu 5 menit. Sel yang melapisi tuba falopii akan mempermudah pembuahan serta pembentukan sel telur yang sudah dibuahi. Bila wanita tersebut sedang dalam masa subur, maka terjadilah pembuahan. Pada proses ini, hanya bagian kepala sperma saja yang menembus sel telur serta bersatu dengan inti sel telur. Bagian ekor sperma yang merupakan alat geraknya akan melepaskan diri. Sel telur yang sudah dibuahi akan mengalami pengerasan pada bagian luarnya. Hal ini menyebabkan sel telur hanya bisa dibuahi oleh satu sperma. Inti sel telur yang telah dibuahi akan membelah menjadi dua bagian sesudah 30 jam. Dan 20 jam selanjutnya inti sel telur akan kembali membelah jadi empat bagian. Tiga hingga empat hari sesudah pembuahan, sel akan tiba pada bagian uterus. Dalam janrak waktu seminggu sesudah pembuahan, akan dihasilkan sebuah massa sel yang berbentuk ola yang besarnya seukuran pentol jarum, yang mana disebut blastocyt. Dalam proses berikutnya, yakni sekitar 5 hari selanjutnya, blastosis akan menempel serta terimplantasi ke dalam endometrium.

Selama 2 sampai 4 minggu pertama perkembangan, blastosis mendapat nutrien dari endometrium. Ketika masa perkembangan ini, akan berbentuk plasenta. Plasenta adalah organ dengan bentuk cakram yang mengandung pembuluh darah maternal (ibu) serta embrio. Ia akan melewati plasenta ini, embrio lalu kan mendapat nutrisi dari maternal. Melalui plasenta ini jugalah terjadi pertukaran gas respirasi serta pembuangan limbah metabolisme embrio. Darah dari embrio akan mengalir ke plasenta dengan melalui arteri tali pusat dengan kembali melalui vena pusat serta melewati hati embrio. Nah berikut adalah Video Ibu Hamil untuk memperjelas artikel di atas.

Ciri Ciri Ibu Hamil

Ciri Ciri Ibu Hamil yang umun adalah terlambat datang bulan atau biasa disebut haid. Namun perlu diketahui, terlambat haid bukan satu-satunya tanda atau ciri ciri Ibu hamil. Segera sesudah terjadi pembuahan, tubuh akan memproduksi beberapa hormon kehamilan. Hormon-hormon ini yang akan bertanggung jawab terhadap sejumlah perubahan kondisi fisik pada Ibu hamil, bahkan saat sebelum kehamilan terdeteksi oleh test pack. Nah, berikut adalah beberapa tanda awal dari kehamilan:

1. Payudara membengkak
Menggunkana bra terasa seperti siksaan, sebab payudara tiba-tiba menjadi besar dan terasa nyeri bila disentuh. Dan ditambah warna areola yang berubah lebih gelap daripada biasanya.
2. Sering merasa lelah
Biasanya, Anda akan sanggup untuk membaca beberapa bab novel favorit sebelum Anda tidur. Naumun sekarang, Anda tidak lagi sanggup membaca satu halaman sekalipun.
3. Mual-mual
Tiap pagi, Anda akan bangun dengan perut terasa mual serta perasaan ingin muntah. Sering rasa mual tersebut berlangsung sepanjang hari.
4. Sering buang air kecil
Tidur malam akan terganggu, karena Anda selalu terbangun untuk pergi ke toilet lantaran ingin buang air kecil.
5. Sakit kepala
Tiba-tiba saja, Anda jadi sering mengeluhkan sakit kepala. Bila Anda memutuskan untuk mengkonsumsi obat-obatan pereda sakit kepala, pilihlah yang mengandung acetaminophen yang lebih aman dikonsumsi pada masa kehamilan dibanding ibu profen.
6. Sakit punggung
Biasanya, Ibu tak punya masalah dengan sakit punggung. kini, punggung bagian bawah serasa nyeri. Bila Anda benar-benar hamil, gangguan ini akan menetap sampai melahirkan kelak.
7. Perut kram
Perut akan terasa kembung serta kram, gejala yang biasanya Anda rasakan menjelang haid. Anda menduga ini hanya salah satu dari gejala PMS tiap bulannya.
8. Ngidam
Mendadak Anda akan sangat menginginkan makanan-makanan tertentu yang sebelumnya mungkin bukanlah makanan favorit Anda. Atau sebaliknya, Anda akan tiba-tiba tidak tahan terhadap makanan yang selama ini menjadi kegemaran Anda.

Bila tanda-tanda di atas anda rasakan, maka mulailah berhati-hati dalam beraktifitas demi menjaga kehamilan Anda.

Tentang Ibu Hamil

Tentang Ibu Hamil - Hamil tentu menjadi hal yang ditunggu-tunggu oleh setiap pasangan, terutama pasangan muda yang belum dikarunia anak.Kehamilan merupakan anugerah yang harus diperhatikan, dipelihara serta dijaga dengan baik sehingga nantinya keika lahir, bayi akan sehat dan berkualitas. Namun terkadang ibu hamil belum mengetahui dengan pasti hal apa saja yang harus dilakukan serta tak boleh dilakukan selama masa kehamilan, terlebih ketika kehamilan pertama. Hal tersebut justru penting diketahui ibu hamil untuk menjaga kehamilan agar tetap sehat serta berkualitas. Berikut kami adalah artikel tentang Ibu hamil mengenai yang tak boleh dilakukan selama masa kehamilan.


1. Mengenakan Sepatu Hak Tinggi
Pemakaian sepatu hak tinggi bisa menyebabkan peregangan otot-otot pada daerah pinggang. Hal ini dikarenakan pada waktu hamil, terjadi perubahan pada sumbu tubuh, dimana tubuh cenderung condong ke depan, jadi ibu hamil akan berusaha untuk menegakkan tubuhnya dengan cara meregangkan punggung da otot pinggang. Bila ibu hamil memakai sepatu hak tinggi, peregangan otot pada area pinggang serta punggung akan makin bertambah, sebab beban ke depan jadi double, dari kehamilan tersebut sendiri serta juga dari sepatu hak tinggi,  hal ini menyebabkan pinggang serta punggung terasa makin sakit. 
2. Menggunakan Obat Anti Nyamuk
Kandungan baham kimia aktif yang juga termasuk golongan pestisida dalam obat nyamuk dapat memberikan efek seperti memicu kerusakan saraf. Obat anti nyamuk semprot malah mengandung minyak tanah yang bia menyebabkan kerusakan pada ginjal janin. Obat anti nyamuk berbentuk oles ataupun lotion juga mengandung bahan korosif yang bisa diserap kulit hingga akan jadi racun dalam tubuh. Oleh karena itu, pemakaian obat anti nyamuk baik itu dalam bentuk bakar, listrik, semprot ataupun oles (lotion) tak dianjurkan bagi ibu hamil.
3. Melewati Perjalanan Yang Jelek
Guncangan yang sering dapat memberi trauma pada kehamilan. Selain itu guncangan pada waktu melewati jalan yang buruk bisa membuat otot punggung,perut, pinggang dan paha ibu hamil jadi meregang hingga ibu hamil mudah untuk mengalami kelelahan. Kurangi kecepatan bila melewati jalan buruk atau lebih baiknya cari rute lainnya yang lebih baik jalannya. Baiknya ibu hamil dengan usia kehamilan 7 bulan ke atas janganlah mengendarai mobil, karena perut yang makin besar membuat mengenndalikan steer mobil jadi terganggu, serta mengendarai mobil jadi tidak aman. 
4. Mengonsumsi Obat Tanpa Petunjuk Dokter
Obat-obatan yang dikonsumsi ibu hamil bisa masuk ke dalam plasenta serta sirkulasi janin. Sejumlah jenis obat malah bisa di sekresi melalui ASI hingga kadar dalam sirkulasi tubuh janin hampir sama dengan kadar di dalam darah ibu yang dalam sejumlah situasi akanberbahaya bagi janin.
5. Diet Selama Kehamilan
Melakukan program diet selama masa kehamilan akan dapat  berbahaya bagi ibu hamil maupun janin. Diet selama masa kehamilan  akan dapat menyebabkan kekurangan mineral, vitamin dan zat-zat lainnya yang sangat dibutuhan selama masa kehamilan.
6. Jenis Konsumsi Yang Beresiko Terhadap Kehamilan
Ada beberapa makanan dan minuman yang harus Ibu hamil hindari selama masa kehamilan seperti Mengonsumsi gula buatan atau sejenis gula low calorie, Merokok baik aktif maupun pasif, alkohol, Jenis ikan laut tertentu Swordfish, mackarel, tuna, marilin yang dikhawatirkan mengandung merkuri, daging setengah matang (daging sapi, ayam serta telurnya), Jenis keju tertentu ataupun susu yang tak dipasteurisas, Kafeine, Herbal, dark chocolate/simply chocolate, over multivitamin, dan lain-lain.

Wanita Melahirkan Bayi

Wanita Melahirkan Bayi - Melahirkan secara normal adalah proses melahirkan yang diidamkan para ibu hamil. Melahirkan secara normal adalah proses melahirkan yang disarankan oleh ahli medis. Dengan menjalani melahirkan secara normal, menandakan kalau kehamilan yang sudah dikandung, atau janin dan ibunya memiliki kesehatan yang baik.


Pengalaman jadi seorang ibu terasa sempurna ketika merasa bagaimana beratnya perjuangan yang harus di lalui ketika melewati proses melahirkan bayi dengan normal. Namun begitu, banyak ibu hamil merasa khawatiran atau takut jelang proses melahirkan bayi. Hal yang wajar, sebab proses wanita melahirkan bayi adalah sebuah proses besar yang wajib dilalui oleh seorang ibu. Tenaga, pikiran serta mental ibu dikerahkan untuk dapat melalui proses melahirkan secara selamat. Salah satu faktor penyebab rasa khawatir ataupun takut saat akan menghadapi proses melahirkan bayi adalah bayangan akan rasa sakit yang akan dirasakan oleh para ibu hamil ketika menjalani proses melahirkan bayi secara normal. Tak dapat dipungkiri, melahirkan normal memang akan menimbulkan rasa sakit untuk ibu. Akan tetapi rasa sakit yang di derita ibu hamil akan beda kadarnya, ada yang benar-benar merasa sakit yang sangat, namun banyak juga sakit yang dirasakan hanya sebentar saja. Tentu hal ini banyak faktor yang menyebabkannya. Mulai dari pengalaman melahirkan, ukuran serta berat bayi, dukungan keluarga, teknik melahirkan, hingga dari penolong medis, seperti dokter atau bidan itu sendiri. Nah, untuk membantu ibu hamil bisa melewati proses melahirkan bayi tanpa tersiksa akan rasa sakit yang teramat, berikut sejumlah tips yang bisa Ibu terapkan.
1. Berdoa
Berdoa serta berdzikir lah kepada Nya, supaya proses melahirkan normal yang akan ibu jalani bisa berjalan dengan lancar serta tentunya keselamatan akan menghinggapi ibu serta bayi.
2. Yakin dan Percaya
Hilangkan semua bentuk bayangan ataupun pikiran kalau melahirkan adalah proses yang menyakitkan. Bila keadaan sakit menghantui diri ibu, maka niscaya proses melahirkan akan benar-benar sakit. Namun tanamkanlah pada benak serta pikiran ibu, kalau melahirkan bukan sebuah proses menyakitkan, namun sebuah proses alami yang haruslah dilalui, serta sudah berjuta ibu di dunia ini yang sudah melalui proses melahirkan bayi dengan selamat, serta mereka mampu. Percayalah pada diri anda  kalau melahirkan bayi itu tidak menyakitkan.
3. Lakukan Jalan-jalan Kecil
Ketika kontraksi belum memuncak, serta menurut dokter/bidan ibu masih punya waktu sebelum melahirkan, manfaatkanlah waktu tersebut dengan jalan-jalan kecil serta santai di sekitar ruangan persalinan. Hal ini bisa membantu untuk mempercepat serta memperlancar proses kelahiran bayi
4. Rileks Menjelangkan Melahirkan
Tegang jelang proses persalinan, justru akan membuat otot ibu jadi kaku. Bila kondisi ini terjadi, proses melahirkan malah akan terasa menyakitkan. Proses melahirkan memerlukan otot-otot yang luwes terlebih pada sekitar paha, perut, dan pinggul. Sebab akan terjadi peregangan otot hebat ketika proses melahirkan. Oleh karenanya, rileks jelang melahirkan akan menjadikan otot-otot luwes, pikiran ibu juga akan terasa tenang.

Melahirkan Bayi

Melahirkan Bayi - Kelahiran merupakan sebuah proses di mana anak dikeluarkan dari tubuh ibunya. Dalam ksus manusia, anak yang belum lehir disebut dengan fetus sesudah masa embrio. Biasanya, Ibu hamil akan melahirkan bayinya antara minggu ke 39 serta 41 usia kehamilan. Akan tetapi karena lama kehamilan tiap orang berbeda, maka banyak Ibu hamil melahirkan bayi di salah satu minggu itu tanpa menunjukkan adanya tanda prematur atau lahir terlambat. Di bulan-bulan akhir masa kehamilan, tubuh Ibu hamil akan memproduksi progesteron dengan tujuan untuk melunakkan jaringan di sekitar servix (leher rahim penghubung uterus dan vagina) serta pelvis (panggul) sebagai persiapan untuk proses melahirkan. Melahirkan bayi di mulai ketika kontraksi rahim mulai meregang jaringan di sekirar serviks.


Tanda akan melahirkan bayi diawali dengan rasa nyeri di selangkangan dikarenakan adanya tekanan karena posisi kepala janin telah turun ke bawah, ke daerah rangka tulang pelvis. Karena janin menekan pada kandung kemih, maka ibu hamil jadi sering buang air kecil, sakit perut, mulas, sering buang air besar, serta buang angin. Selain itu, saat akan melahirkan bayi, juga ditandai dengan sakit panggul serta tulang belakang yang disebabkan karena adanya pergeseran serta pergerakan janin yang mulai menekan pada tulang belakang. Selanjutnya, akan keluar lendir kental bercampur darah. Selama masa kehamilan, bayi tersumbat di dalam rahim oleh mucus atau gumpalan lendir lengket yang ada di leher rahim. Ketika proses persalinan dimulai serta serviks mulai membuka, maka gumpalan mucus jadi terhalau. Dan dalam waktu yang bersamaan, membran yang mengelilingi bayi serta cairan amniotik sedikit memisah dari dinding rahim. Penampakan darah serta mocus yang keluar telihat seperti cairan lengket warna merah muda ini adalah tanda kalau Bunda akan segera menjalani proses melahirkan bayi.

Awalnya, kontraksi akan tersasa seperti sakit di punggung bawah, yang berangsur bergeser pada bagian bawah perut. Ada yang menggambarkannya mirip seperti mulas saat haid.
Rahim tersusun atas otot-otot longitudinal involuntary, yakni otot yang tidak bisa anda kontrol dengan sesuka hati. Selama proses melahirkan bayi, otot-otot itu akna makin menebal serta memendek seiring pada tiap kontraksi, dan ketika itu juga otot-otot tersebut akan berangsur berhenti menipis, atau menghapus serviks. Proses ini berlanjut sampai pembukaan serviks jadi penuh, ukuran lebar antara 8 hingga 10 cm. Selanjutnya, akna terjadi pecah Air Ketuban. Dalam sejumlah kasus, membran masih utuh sampai akhir pada tahap pertama persalinan. Selanjutnya, desakan kontraksi serta tekanan kepala bayi di mulut serviks akan menyebabkan pecahnya air ketuban. Ketika air ketuban mulai bocor, anda akan merasa adanya semburan air atau hanya rembesan saja, akan tetapi, persitiwa sebenarnya dari pecahnya air ketuban tak terasa, hal itu dikarenakan membran tak mempunyai syaraf. Tugasnya ialah menampung 2 liter air amniotik steril, yang ketika keluar sekaligus juga untuk membersihkan jalur malairkan bayi. Seiring pecahnya membran, maka proses melahirkan bayi juga akan berlangsung dengan cepat. Kepala bayi akan berupaya keras untuk menekan serviks, untuk membuka dan merangsang pelepasalan prostaglanding,sehingga dapat memacu kontraksi Bunda.
Makalah Ibu Hamil

Makalah Ibu Hamil


Makalah Ibu Hamil biasanya harus dibuat oleh seorang mahasiswa di perguruan tinggi ilmu kesehatan. Untuk Anda yang sedang mencari contoh makalah Ibu hamil, bisa melihat contoh di bawah ini yang merupakan makalah kesehatan tentang Anemia pada Ibu Hamil.

BAB I
 PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang Permasalahan
Angka anemia pada Ibu hamil di Indonesia terbilang cukup tinggi, yakni  sekitar 67 persen dari seluruh jumlah ibu hamil dengan variasi bergantung pada daerah masing-masing. Sekitar 10-15 persen termasuk anemia berat yang tentunya akan berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan janin di dalam rahim (Manuaba, I.B.G, 2002 hal 90). Anemia pada Ibu hamil adalah salah satu masalah kesehatan yang sering dialami serta cukup tinggi, berkisar diantara 10-20 persen (Sarwono Prawiharjo, 2005 hal 450 ). Sementara menurut WHO, kondisi anemia pada Ibu hamil berkisar diantara 20 hingga 89 persen dengan menetapkan Hb 11 gr % sebagai dasar. Angka anemia pada Ibu hamil di Indonesia memperlihatkan angka yang cukup tinggi. (Manuaba.I.B.G, hal 29 ).
B.   Rumusan Masalah
1.    Bagaimanakah gambaran Anemia saat kehamilan berdasarkan umur ibu hamil di Rumah Sakit Umum  Haji Makassar di tahun 2009.
2.    Bagaimanakah gambaran Anemia saat kehamilan berdasarkan Paritas di Rumah Sakit Umum Haji Makassar pada tahun 2009.
C.   Tujuan Penelitian
1.    Tujuan Umum
Untuk mendapatkan gambaran  Anemia saat kehamilan di Rumah Sakit Umum Haji Makassar pada Tahun 2009.
2.    Tujuan Khusus
a.    Agar mendapatkan gambaran  anemia pada ibu hamil berdasarkan umur.
b.    Untuk mendapatkan gambaran anemia pada ibu hamil berdasarkan paritas.
D.   Manfaat Penelitian
1.    Manfaat Praktis
2.    Manfaat Penelitian
3.    Manfaat bagi Peneliti
4.    Manfaat bagi Institusi
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A.   Tinjauan Tentang Anemia Pada Ibu Hamil
1.    Pengertian Anemia Menurut Para Ahli
2.    Patofisiologi
3.    Klasifikasi Anemia dalam kehamilan
4.    Macam-macam anemia (Sarwono,2006.hal 451)
5.    Tanda dan Gejala Anemia ( Varney Helen, 2002, Halaman. 152 )
6.    Pengaruh Anemia terhadapa Kehamilan, Persalinan, Nifas, serta Janin ( Manuaba, 1998. Halaman. 31-32 ).

BAB III
KERANGKA KONSEPSIAL

A.       Dasar Pola Pikir Variabel Penelitian
1.    Usia Ibu
2.    Paritas
B.   Pola Pikir Variabel Penelitian
Umur Ibu
1. Paritas
2. Status Gizi
3. Jarak kehamilan
3. Anemia pada ibu hamil
BAB IV
METODE PENELITIAN
A.      Jenis Penelitian
B.       Waktu dan Lokasi Penelitian
a.    Waktu penelitian
b.    Lokasi Penelitian
C.       Populasi dan sampel
        1.    Populasi.
        2.    Sampel
D.      Cara Pengambilan Sampel
E.       Jenis Data Dan Cara Pengumpulan Data
F.        Pengolahan dan Penyajian Data
BAB V
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.      Hasil Penelitian
Berdasar pada hasil penelitian yang dilakukan oleh Rumah Sakit Umum Haji Makassar, semua ibu hamil yang memeriksa kehamilannya di Rumah Sakit Umum Haji Makassar dengan jumlah 1201 orang dan yang dijadikan sebagai sampel ialah semua ibu hamil yang menderita anemia ringan berjumlah 31 orang.
B.       Pembahasan
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
A.      Kesimpulan 
B.       Saran

Masalah Kesehatan Masyarakat

Masalah Kesehatan Masyarakat - Kesehatan adalah kebutuhan paling mendasar setiap manusia.   Sehat adalah keadaan optimal secara fisik, mental serta sosial seseorang sehingga bisa berproduktivitas, tidak hanya sebatas bebas penyakit. Keadaan sehat bisa dilihat dari dimensi produksi serta dimensi konsumsi. Dimensi produksi memandang kondisi sehat merupakan modal produksi atau prakondisi yang diperlukan seseorang sehingga bisa beraktivitas dengan produktif.

Salah satu upaya dalam mewujudkan kesehatan masyarakat, dalam industri dikembangkan sebuah konsep kesehatan serta keselamatan kerja (K3). Dimensi konsumsi menjelaskan mengenai manfaat kesehatan sebagai keadaan yang diperlukan tiap manusia untuk bisa dinikmati sehingga patut disyukuri. Dimensi ini melahirkan sebuah pemahaman dalam upaya manusia untuk memelihara serta meningkatkan derajat kesehatan supaya terhindar dari penyakit serta masalah kesehatan. Usaha-usaha preventif serta promotif seperti sanitasi, konseling genetika, gizi, asuransi, dan estetika. Kesehatan masyarakat merupakan ilmu dan seni dalam mencegah penyakit, memperpanjang hidup, memromosikan kesehatan serta efisiensi dengan menggerakkan potensi semua lapisan  masyarakat. Konsep kesehatan masyarakat berkenaan dengan perubahan perilaku sehat akan lebih terbentuk dan bertahan lama jika dilandasi kesadaran sendiri (internalisasi) hingga konsep upaya sehat dari, oleh serta untuk masyarakat sangatlah tepat diterapkan.

Pemerintah Indonesia telah mengembangkan sebuah konsep Desa Siaga dengan memakai metode pendekatan pengenalan serta pemecahan masalah kesehatan dari, oleh dan untuk masyarakat. Peran petugas kesehatan sebagai stimulator melalui promosi kesehatan dilaksanakan dengan memberi pelatihan penerapan Desa Siaga. Kegiatan ini diwujudkan dengan rangkaian pelatihan mengidentifikasi masalah kesehatan masyarakat dengan mengenalkan masalah kesehatan serta penyakit yang banyak terjadi pada lingkungan mereka yang kemudian dilanjutkan dengan survey mawas diri (SMD) serta aplikasi upaya mengatasi yang telah disepakati oleh masyarakat berupa musyawarah masyarakat desa (MMD). Adapun harapan pemerintah supaya usaha dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat bisa lebih cepat sertalebih awet dikarenakan masyarakat sudah mampu mandiri untuk hidup sehat. Tanpa adanay pemahaman mengenai penyakit serta masalaah kesehatan masyarakat oleh petugas kesehatan maka tak akan mempunyai dasar pemahaman masalah kesehatan masyarakat yang kuat. Implikasinya akan terjadi kian jauh kesenjangan pemahaman mengenai konsep penyakit serta masalah kesehatan antara petugas kesehatan dengan masyarakat sehingga akan gagal dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Berat Badan Ibu Hamil

Berat Badan Ibu Hamil adalah salah satu hal yang harus diperhatikan dan dijaga agar tetap seimbang selain kebutuhan nutrisi ibu hamil. Peningkatan berat badan pada trimester pertama kehamilan memang tidak terlalu banyak, tidak bertambah dan bahkan mungkin berkurang dikarenakan sering muntah-muntah. Meningkatnya berat badan dengan pesat biasanya terjadi pada trimester dua dan tiga, di periode inilah diperluan pengendalian yang ekstra pada berat badan. total kenaikan berat badan secara normal selama kehamilan adalah antara 12-15 kg, sementara Memasuki trimester dua, janin akan tumbuh pesat dengan pertumbuhn sekitar 10 gram setiap harinya ( minggu ke-16 sekitar 90 gram, minggu ke-20 sekitar 256 gram, minggu ke-24 sekitar 680 gram, minggu ke-27 sekitar 900 gram). Berat badan yang ideal calon ibu ketika mulai hamil adalah sekitar 45-65 kg. Berat badan ibu hamil yang kurang atau justru berlebih akan berisiko terhadap ibu dan juga bayi yang dalam kandungan.

Kelebihan berat badan memang memberikan dampak negatif bagi ibu hamil beserta janinnya, baik itu ketika hamil, melahirkan, maupun setelah persalinan. Ibu hamil berisiko mengalami hipertensi serta diabetes. Anggapan kalau ibu hamil membutuhkan makan untuk dua orang membuat banyak ibu hamil makan lebih banyak, sehingga penumpukan kalori serta sisa asupan energi pun terjadi. sebenarnya ibu hamil hanya membutuhkan asupan makanan yang naik hanya rata-rata 10 hingga 15 persen. Setelah persalinan,beragam komplikasi masih menanti Ibu hamil. Infeksi pasca persalinan yang diakibatkan banyaknya pembuluh darah ibu yang tersumbat sering terjadi.Disamping itu, lemak yang berlipat di lapisan kulit adalah media yang kondusif bagi pertumbuhan kuman yang menyebabkan infeksi. Selain itu,, plasenta yang berguna menyuplai oksigen akan menyempit dikarenakan lemak, ini bisa menghambat tumbhnya bayi. suplai oksigen yang terhambat bisa merusak sel-sel otak janin dan menyebabkan kecerdasan bayi menjadi berkurang.

Ibu hamil sebaiknya makan makanan bergizi dengan gizi seimbang, jangan merokok, minum minuman beralkohol, minum obat yang tidak penting dan istirahat dengan cukup. Selain itu, pastikan Ibu sudah memenuhi kebutuhan asam folat, jika tidak, dapat menyebabkan spina bifida yakni kondisi dimana penutupan medula spinalis terganggu. Pada ibu ha,il yang kekurangan berat badan, kenaikan berat badan yang disarankan ialah 0,5 kg tiap minggunya. ibu hamil perlu untuk mengonsumsi karbohidrat, protein/asam amino, vitamin serta mineral. Makanan berserat serta buah-buahan sangat disarankan karena dapat mempertahankan rasa kenyang dengan lebih lama, selain juga untuk mengurangi kadar kolesterol dalam darah. Adapun pembatasan kalori sendiri, masih menjadi kontraversi, sebab di sisi lain, janin memerlukan nutrisi lebih dimana pengurangan kalori dikhawatirkan dapat mengganggu perkembangan bayi.

Perawatan Ibu Hamil

Perawatan Ibu Hamil - wanita memang tidak bisa lepas dengan perawatan kecantikan. Baeagam cara perawatan dilakukan untuk mendapatkan tubuh, kulit, dan wajah cantik. Meski sedang hamil, Ibu masih tetap dapat melakukan perawatan kecantikan asal tidak mengganggu atau membahayakan Ibu da janin dalam kandungan. Beriut beberapa tips perawatan ibu hamil.


1. Hindari paparan matahari
Saat hamil, Ibu akan mengalami fluktuasi hormon yang mengakibatkan kulit jadi lebih sensitif. Sehingga, kulit menjadi lebih rentan terhadap pigmentasi ataupun perubahan warna. Cobal untuk tidak terlalu sering terkena langsung paparan sinar matahari, terlebih sinar UV. Anda bisa memakai topi untuk melindungi kulit Anda dari paparan matahari. 
2. Gunakan krim tabir surya
Krim tabir surya memang tak sepenuhnya dapat mengurangi paparan sinar matahari. Para ahli merekomendasikan untuk menggunakan krim tabir surya yang mempunyai minimal SPF30++. SPF 30 mengacu terhadap perlindungan sinar UV B, sedangkan ++ mengacu terhadap sinar UV A. Jangan lupa, Anda haruslah mengoleskan krim kembali setiap 3 hingga 4 jam sekali.
3. Jauhi produk rumah tangga
Hal ini sangat penting untuk ibu hamil demi menjauhi zat-zat yang bisa menimbulkan alergi. Pastikanlah kalau bahan-bahan di dalam produk yang Anda pakai aman serta tidak mempunyai reaksi yang berbahaya. Oleh karena itu, sebaiknya hindarilah bahan-bahan kimia seperti steroid, hidrokuinon serta zat pemutih yang dapat menyebabkan pigmentasi.
4. Gunakanlah Alpha-Hydroxy Acids
Alpha-Hydroxy Acids merupakan bahan yang paling aman digunakan untuk mengobati beragam masalah pigmentasi pada ibu hamil. Alpha-Hydroxy Acids memiliki kandungan asam glikolat serta laktat, yang berasal dari bahan alami. Asam glikolat berasal dari tebu, sementara asam laktat berasal dari susu. Dua bahan tersebut efektif untuk mengobati pigmentasi serta iritasi.
5. Kunjungi dokter kulit
Ibu hamil seringkali terkena masalah kulit, seperti gatal-gatal atau ruam merah. Konsultasikanlah permasalahan Ibu pada dokter kulit. Ini merupakan cara terbaik demi melindungi kesehatan Anda serta juga janin di dalam kandungan.

Semoga dengan sedikt tulisan mengenai perawatan ibu hamil ini bisa bermanfaat. Terutama untuk ibu hamil yang tetap ingin tampil cantik selama masa kehamilan.

Pengertian Ibu Hamil

Pengertian Ibu Hamil - Kehamilan merupakan masa di mana seorang perempuan membawa embrio atau fetus dalam tubuhnya. Dalam masa kehamilan bisa terjadi banyak gestasi seperti dalam kasus kembar, atau kembar tiga. Kehamilan manusia umunya terjadi selama 40 minggu antara masa terakhr menstruasi hingga kelahiran (38 minggu dari proses pembuahan). Istilah ibu hamil dalam ilmu medis adalah gravida, sementara calon bayi di dalamnya disebut sebagai embrio (pada minggu-minggu awal kehamilan) dan seklanjutnya disebut janin (hingga waktu kelahiran). Seorang ibu hamil yang baru pertama kali hamil disebut primigravida atau gravida 1. Sedangkan seorang perempuan yang belum pernah hamil disebut sebagai gravida 0.


Di dalam banyak kalangan masyarakat, definisi medis serta legal kehamilan manusia dibagi dalam  periode triwulan, hal tersebut sebgai cara untuk memudahkan tahapan berbeda pada perkembangan janin. Pada saat masa Triwulan pertama memiliki resiko tertinggi mengalami keguguran (kematian alami embrio ataupun janin), sementara pada waktu triwulan kedua, perkembangan janin bisa dimonitor serta didiagnosa. Dan pada Triwulan ketiga, menandakan awal viabilitas yang itu berarti janin bisa tetap hidup jika terjadi kelahiran awal alami ataupun kelahiran yang dipaksakan. Dikarenakan kemungkinan viabilitas janin yang sudah berkembang, definisi budaya serta legal dari hidup sering menganggap janin pada triwulan ketiga adalah sebuah pribadi hidup yang baru.

umumnya, kehamilan terjadi dengan ditandai siklus menstruasi/haid yang terlambat. Bila seorang wanita yang sudah melakukan hubungan intim mendapati dirinya tidak mendapatkan haid pada waktu seperti biasanya, maka wanita bisa memperkirakan kalau dirinya hamil. Oleh karena itu, seorang wanita hendaknya selalu memeriksakan siklus menstruasi mereka, agar pemeriksaan kehamilan bisa dilakukan sedini mungkin untuk menghindari adanya gangguan pada kehamilan.
Pengertian Ibu Hamil ini sangat penting diketahui terutama bagi perempuan yang telah menikah agar mereka bisa menjaga kehamilan serta mencegah terjadinya keguguran pada awal masa kehamilan. Selama masa kehamilan, seorang wanita diharuskan untuk lebih hati-hati dalam memilih makanan yang akan dikonsumsi dan menjauhi aktifitas yang dapat membahayakan janin yang ada dalam kandungan. Tidak hanya istri, suami juga harus bekerja sama dengan istrinya dalam menjaga calon bayi.

Asuhan Keperawatan Pada Ibu Hamil



Laporan Pendahuluhan
Asuhan Keperawatan Pada Ibu Hamil (antenatal care)

I. Proses Terjadinya Kehamila

Kehamilan adalah.... 

II. Tanda dan Gejala Kehamilan

Tanda-tanda pasti kehamilan: 
Tanda-tanda kemungkinan 
Tanda-tanda mungkin dibagi menjadi :
2.2.1. Tanda-tanda objektif
2.2.2. Tanda-tanda subjektif
III.       Perubahan Selama Kehamilan
            Perubahan fisiologis
            Uterus
            Cervix
            Vagina
            Ovarium
            Dinding perut
            Kulit
            Payudara
            Pertukaran zat
            Darah
            Hormonal
            Perubahan Psikologis

IV.  PATHWAYS (terlampir)Perawatan Kehamilan          

  Perawatan diri

            Kebutuhan gizi
  kebutuhan energi
  kebutuhan protein
  kebutuhan lemak
  kebutuhan vitamin
  kebutuhan garam mineral
            Perawatan payudara
  tujuan
  prinsip
  alat yang disiapkan

  cara kerja

            kebersihan diri
            senam hamil
            Pemeriksaan kehamilan berkala

BAB II

ASUHAN KEPERAWATAN ANTENATAL

I.             Pengkajian

         2.1.  Data Subjektif

2.2.    Data Objektif

a.         Pemeriksaan fisik
1). Umum
2). Khusus
b.        hasil pemeriksaan laboratorium
1). Pemeriksaan urine lengkap
2). Pemeriksaan darah lengkap
                        3). Pemeriksaan pap smear
                        4). Pemeriksaan lain-lain

II.          Analisa Data

III.       Diagnosa keperawatan

         3.1.  Keadaan-keadaan yang normal pada ibu hamil
a.       in adekut nutrisi 
3.2.    Keadaan yang menyimpang  -  kenaikan BB selama hamil kurang
b.      adanya hipertensi
3.3.    Keadaam resiko tinggi
a.       jarak kehamilan terlalu dekat
b.      riwayat persalinan lalu yang jelek
3.4.    Permasalahan yang potensial
a.       kemungkinan salah menginterprestasikan adanya kehamilan
IV.       NCP
   Ncp dibuat berdasarkan jenis factor resiko yang ditemukan untuk menemukan prioritas.

Penyakit Pada Ibu Hamil

Penyakit Pada Ibu Hamil seringkali mengintai. Hal itu karena, selama masa kehamilan, sistem kekebalan tubuh mengalami perubahan. Oleh karena itu, ibu harus pandai-pandai dalam menjaga kesehatan sendiri, dan juga kesehatan janin. Janin mempunyai setengah DNA dari sang ayah. Sehingga, sistem kekebalan tubuh ibu akan mendeteksi janin sebagai benda asing. Maka dari itu, saat hamil, sistem kekebalan tubuh akan berubah agar tidak menimbulkan bahaya pada janin dala kandungan. Perubahan-perubahan tersebut meliputi:


  • produksi cytokines berkurang, cytokines yakni protein yang dilepas sel imunitas untuk membuat sel lain untuk membantu melawan infeksi.
  • aktivitas sel NK (natural killer) semakin berkurang, sel darah putih yang yang menyerang sel yang telah terinfeksi virus atau bagian dari tumor.
  • produksi macrophages jadi meningkat, sel yang bertugas untuk menghancurkan bakteri, tetapi tak memberikan jaminan untuk melindungi Anda dari infeksi bakteri.
  • aktivitas sel T semakin berkurang, sel yang membantu mengendalikan infeksi virus.
Fungsi sel T, ibu hamil yang semakin menurun menjadikan ibu hamil lebih rentan terhadap resiko infeksi yang dulu saat sistem kekebalan tubuh berfungsi dengan normal, tak menyebabkan sakit. Selain itu, kekebalan ibu hamil yang menurun, akan kian rendah, dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti:
  • Aktivitas sehari-hari yang tetap tinggi.
  • Faktor cuaca yang berubah-ubah secara ekstrem, dari panas menjadi dingin.
  • Berinteraksi dengan banyak orang, terutama yang tak sehat.
  • Pola hidup tak sehat, seperti kekurangan nutrisi.
Bahayanya terhadap janin. imunitas tubuh selama masa kehamilan yang semakin menurun akan menjadikan ibu hamil lebih rentan infeksi, diantaranya infeksi saluran kemih atau penyakit, seperti batuk dan pilek. Nah yang dikhawatirkan, ketika Ibu hamil sakit, ada dua  yang dikhawatiran, yakni, apakah penyakit dapat berbahaya bagi janin, serta apakah obat yang akan diminum bisa berbahaya untuk janin. Sejumlah penyakit infeksi saat hamil memang lebih beresiko terhadap ibu, namun juga dapat membahayakan janin, seperti keguguran, kelahiran prematur, bayi lahir cacat atau meninggal dalam kandungan.

Perubahan Pada Ibu Hamil

Perubahan Pada Ibu Hamil biasa terjadi saat masa kehamilan.Bahkan, bisa dikatakan merubah banyak aspek kehidupan dari seorang wanita. Mulai dari pola makan, aktifitas, hingga perubahan secara fisik. Berikut adalah beberapa perubahan fisik yang biasanya dialami oleh ibu hamil.


1. Perubahan Kulit
Saat masa hamil, kulit akan menjadi makin kering serta mudah meninggalkan bekas. Hal tersebut dikarenakan oleh hormon yang tidak stabil serta meningkatnya produksi hormon estrogen.
2. Perubahan tulang dan sendi
Saat sedang hamil dan semakin tua, kelengkungan tulang belakang akan makin bertambah untuk memberi keseimbangan pada ibu hamil karena perut yang semakin membesar. Hal tersebut pada akhirnya akan mengakibatkan rasa nyeri pada punggung.
3. Perubahan Ukuran abdomen
Ukuran abdomen akan makin bertambah serta menekan tulang rusuk ketika akhir trimester kedua kehamilan. Hal tersebut dikarenakan ukuran janin yang kian besar. Sehingga, ibu akan sedikit merasa sakit pada bagian samping abdomen.
4. Perubahan Sistem kardiovaskular
Pertumbuhan sistem kardiovaskular baru pada rahim akan menyebabkan detak jantung, aliran darah, dan kinerja jantung semakin meningkat. Umumnya saat trimester kedua, ibu hamil akan mengalami tekanan darah rendah.
4. Perubahan pada Payudara
Selama masa hamil, payudara akan terasa lebih lembut dikarenakan hormon estrogen dan progesteron yang semakin meningkat. Saat mendekati waktu melahirkan, ukuran payudara akan membesar untuk persiapan ibu menyusui.
6. Perubahan Sistem pernapasan
Meningkatnya volume pernapasan akan terjadi sebab permintaan tambahan dari janin dalam kandungan yang sedang tumbuh. Sehingga, ventilasi serta organ pernapasan akan merespon dengan menyaring lebih banyak udara yang masuk. Calon ibu akan lebih sering merasakan kurang udara atau terengah-engah.
7. Perubahan Sistem pencernaan
Berpindahnya organ tubuh sebab janin serta rahim yang kian membesar akan mengakibatkan rasa terbakar serta naiknya cairan asam di dalam sistem pencernaan. Progesteron akan memperlambat kerja otot organ pencernaan hingga ibu hamil mungkin akan mengalami konstipasi.
8. Perubahan Sistem endokrin
Perubahan pada sistem hormon akan kian tinggi dikarenakan janin dalam tubuh ibu memerlukan estrogen serta progesteron untuk merawatnya. Sebab hal ini metabolisme di dalam tubuh wanita akan semakin meningkat sehingga wanita akan merasakan perasaan seperti 'terbakar'. Meningkatnya aktivitas terjadi ula pada hormon oxitocyn serta prolactin yang diperlukan untuk melahirkan serta menghasilkan air susu.
9. Perubahan Sistem pengeluaran
Rahim yang kian membesar akan menekan kandung kemih, uretra, serta panggul. Hal ini mengakibatkan ibu lebih sering buang air kecil. Dan ginjal kinerjanya lebih keras untuk mengeluarkan limbah yang dihasilkan oleh ibu serta janin di dalam tubuh.
10. Perubahan umum lain
Biasanya  ibu hamil juga akan mengalami peningkatan pertumbuhan rambut, kuku serta tekstur kulit. Selai itu, sering juga Kram kaki juga yang disebabkan pembuluh darah yang tetekan, berat badan yang bertambah dan hormon yang tidak seimbang. Metabolisme yang tinggi juga dapat mengakibatkan meningkatnya suhu tubuh pada ibu hamil kehamil.

Saat mengalami perubahan seperti di atas, ibu hamil tidak perlu khawatir, sebab perubahan tersebut merupakan hal yang normal. Walau begitu, sebaiknya ibu hamil rutin memeriksakan diri ke dokter untuk melihat kesehatan ibu dan perkembangan janin.

Entri Populer

Artikel Ibu Hamil