Kesehatan Ibu Hamil dan Bayi

Daftar Blog Saya

Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Nutrisi Bayi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nutrisi Bayi. Tampilkan semua postingan

Makan Bayi

Makan Bayi adalah hal yang harus diperhatikan seorang Ibu untuk memberikan asupan terbaik untuk sang buah hati. Bunda terkadang mungkin bingung untuk mengatur jadwal makan bayi sudah mulai mengonsumsi makanan pendamping ASI. Nah, supaya Bunda tidak bingung, berikut jadwal makan bayi usia 6 hingga 12 bulan yang bisa Bunda coba terapkan pada bayi supaya Ia sehat dan juga cerdas.

1. 6 – 7 bulan
  • 06.00 berikan ASI/susu formula
  • 08.00 berikan Biskuit
  • 10.00 berikan Buah
  • 12.00 berikan Bubur susu
  • 13.00 berikan ASI/susu formula
  • 14.00 berikan Biskuit
  • 16.00 berikan ASI/susu formula
  • 18.00 berikan Bubur susu
  • 19.00 berikan ASI/ susu formula
2. 7 – 8 bulan
  • 06.00 berikan ASI/susu formula
  • 08.00 berikan Biskuit/Bubur susu
  • 10.00 berikan Buah
  • 12.00 berikan Bubur saring
  • 13.00 berikan ASI/susu formula
  • 14.00 berikan Bubur susu
  • 16.00 berikan ASI/susu formula
  • 18.00 berikan Bubur saring
  • 19.00 berikan ASI/susu formula
3. 9 – 12 bulan
  • 06.00 berikan ASI/susu formula
  • 08.00 berikan Bubur susu
  • 10.00 berikan Buah
  • 12.00 berikan Bubur tim/Nasi lembek
  • 13.00 berikan ASI/susu formula
  • 14.00 berikan Bubur susu/biscuit/snack
  • 16.00 berikan ASI/susu formula
  • 18.00 berikan Nasi Tim/nasi lembek
  • 19.00 berikan ASI/ susu formula
Aturan Dasar dalam MPASI yang perlu Ibu ketahui
1. Mulai usia bayi 6 bulan :
  • Mulai memberi makan bayi dengan makanan lunak, contohnya biskuit yang diencerkan dengan air
  • Kenalkan juga bubur susu dengan jumlah yang sedikit demi sedikit supaya bayi terbiasa dengan teksturnya. Ibu sebaiknya membuat bubur susu sendiri dengan tepung beras yang dicampur susu bubuk atau dengan ASI.Berikan juga rasa lainnya seperti tepung beras merah, atau kacang hijau supaya bayi mengenal rasa.
  • Mulai berikan buah yang dihaluskan pada bayi. Misalkan pisang yang dikerok, pepaya atau bisa juga jus apel.
  • Pemberian ASI ataupun susu formula pada selang seling waktu makan utama. Sementara untuk kebutuhan susu atau cairan dihitung dari kebutuhan cairan tiap usia serta berat badanbya. Kebutuhan cairan bayi pada trimester pertama kelahirannya sekitar 150cc per hari per berat badan.Trimester kedua sebesar 125cc per kg per berat badan per hari dan pada trimester ketiga 110 cc per kg per berata badan per hari.Contohnya pada usia 12 bulan dengan berat badan 10 kg, makan kebutuhan cairannya adalah sebesar 110 cc x 10 kg, yakni sebesar 1.100 cc
2. Mulai usia 7 bulan :
  • Perkenalkan bayi dengan tekstur yang lebih kasar, seperti bubur tim saring. Cobalah terus memberikannya jika bayi menolak atau muntah sebab tahapan ini haruslah dilalui bayi. Bila tidak, nantinya bayi akan malas untuk mengunyah.
  • Perhatikanlah asupan zat besi yang bisa diperoleh pada hati, sebab pada usia ini cadangan zat besi pada bayi mulai berkurang.
  • Sesudah dengan bertahap memberikan bayi tim saring, bayi dapat dikenalkan pada nasi tim tanpa disaring.
  • Gunakanlah sedikit bumbu saja, seperti garam, sebab ginjal bayi belum berfungsi sempurna pada usia 6 - 7 bulan. Bawang merah dan putih juga sedikit saja. Merica baiknya digunakan sesudah anak berusia 2 tahun
3. Mulai 9 bulan :
  • Mulai kenalkan bayi dengan bubur beras ataupun nasi lembek, lauk pauk serta sayuran seperti sup.
  • Usia 1 tahun, bayi sudah dapat mengonsumsi makanan keluarga.
Demikianlah tips dan jadwal makan bayi yang perlu Bunda perhatikan. Semoga sedikit artikel ini bisa bermanfaat untuk Bunda dalam memberikan asupan makanan yang terbaik untuk si kecil.

Makanan Bayi Sehat

Makanan Bayi Sehat - Bayi membutuhkan nutrisi serta kalori tambahan sebagai pendukung bagi tumbuh dan kembangnya. Walaupun demikian, tetap saja kalori yang masuk serta kalori yang keluar haruslah seimbang. Berikut adalah tips dalam memberikan makanan bayi sehat.

  • Latihlah kepekaan rasa bayi. Bila bayi dibiasakan makan yang sehat, maka pola tersebut akan terbawa hingga kedepannya. Oleh karenanya, mulai bentuk kebiasaan ini sedari dini.
  • Sajikan hanya makanan sehat. Misalkan, perbanyak sayur serta buah, batasilah asupan gula, olah makanan dengan sehat, dan lainnya.  
  • Lupakanlah aturan habiskan makananmu. Bayi perlu belajar untuk berhenti makan saat Ia sudah kenyang. Bila bayi harus selalu menghabiskan makanannya meskipun sudah kenyang, Ibu akan malah repot untuk menyuruhnya berhenti makan nantinya. Tidak perlu menyediakan makanan yang berlebih. Kalaupun masih lapar, si kecil pasti akan minta lagi.
  • Siasatilah acara makan bersama. Daam sebuah studi, terbukti, keluarga yang selalu makan bersama, setidaknya satu kali sehari, akan mengkonsumsi makanan lebih bergizi dibanding mereka yang tak melakukannya.
  • Anak merupakan peniru ulung. Sehingga, Ibu dan suami haruslah kompak serta membuat anak selalu melihat Anda berdua saat mengonsumsi makanan yang baru serta sehat. Bila Ibu tidak suka pada makanan tertentu padahal baik bagi anak, pura-puralah menikmatinya.
  • Jadikan makanan sehat satu-satunya pilihan. Kosongkan kulkas Ibu dari makanan yang tak sehat, dan hanya sajikan makanan bergizi yang seimbang saat waktu makan bayi. Ketika lapar, mau tak mau anak akan memakan makanan yang ada.
  • Kenalkan si kecil pada makanan baru tiap minggunya. Bila awalnya anak tak mau menyentuh makanan, coba lagi, lagi, dan lagi. JIka perlu, sajikanlah makanan itu hingga 10 kali sebelum anak tergerak untuk mencicipinya. Dalam sebuah studi, dibuktikan bahwa anak akan menerima pada makanan yang mulanya ditolaknya, sesudah terekspos makanan itu hingga 10 sampai 15 kali.
  • Biarkanlah si kecil memilih. Berikanlah daftar makanan sehat terbaik baginya, biarkanlah dia memilih 2 hingga 3 jenis makanan yang paling ia sukai. Anak pastiya akan menghabiskan makanan yang ia pilih sendiri.
  • Tambahkan sesuatu. Seperti sayur, misalkan brokoli atau bayam yang mengandung suatu zat, jadi terasa pahit. Untuk menetralisir rasa pahit itu, tambahkanlah garam, gula, atau lainnya.

Makanan Pendamping Bayi

Makanan Pendamping Bayi atau biasa disebut Makanan Pendamping ASI (MPASI) mulai bisa diperkenalkan pada bayi saat si kecil sudha menginjak usia enam bulan, saat itu, ibu sudah boleh mengenalkan makanan pada bayi sebagai pendamping ASI. Karena pada usia itu, saluran pencernaan serta enzim bayi sudah cukup matang. Selain itu, kemampuan motoriknya juga sudah mulai siap untuk mengonsumsi makanan. Bayi yang kepala serta duduknya sudah tegak, maka secara psikologis bayi sudah siap untuk mengonsumsi makanan selain ASI.

Makanan pendamping ASI yang perlu untuk dikenalkan pada bayi pertama kali sebaiknya yang lengkap dengan kandungan atau komposisi karbohidrat, lemak, protein serta zat besi. Adalah hal yang baik bila Anda memperkenalkan makanan bayi dalam porsi kecil lebih dulu dan sebaiknya berikan makanan bayi secara bertahap. Adapun tahapan dalam memberikan makanan pada bai sebagai pendamping ASI adalah sebagai berikut:
1. Usia enam bulan
Di usia ini, anak sudah boleh diberikan makanan yang halus, misalkan bubur susu atau pisang yang sudah dihaluskan terlebih dahulu.
2. Usia delapan bulan
Saat memasuki usia delapan bulan, Ibu sudah bisa memasukkan sayuran dan buah-buahan. Ibu juga sudah boleh untuk memberi bayi nasi yang sudah dihaluskan dan dicampur dengan beragam sumber protein serta lemak.
3. Usia sembilan bulan
Memasuki bulan kesembilan, bayi sudah bisa dirangsang supaya dapat makan sendiri dengan tekstur halus yang selanjutnya secara perlahan bisa ditingkatkan dengan yang tekstur yang kasar. Jangan memberikan buah atau sayuran sebagai makanan utama bayi. Sebab buah tidak memiliki kandungan makronutrien, yakni Karbohidrat, protein dan Lemak yang cukup bagi bayi. Proteinnya juga tidak ada. Sehingga, sebaiknya bayi diperkenalkan sayur serta buah tetapi bukan untuk makanan pendamping ASI yang utamanya, namun sebagai selingan saja.
4. Di atas satu tahun
Saat anak sudah berusia 1 tahun ke atas, anak sudah boleh diberikan makanan keluarga atau makanan padat, namun tentunya bumbu serta teksturnya tak boleh sekasar ayah ibunya. Berikanlah makanan yang banyak mengandung vitamin serta mineral.

Demikianlah makanan pendamping bayi yan sebaiknya diberikan pada anak sesuai dengan usianya. Semoga sedikit artikel ini bisa bermanfaat bagi Ibu dalam memberikan asupan nutrisi yang baik bagi si kecil.

Menu Makanan Bayi

Menu Makanan Bayi mulai bisa diberikan saat bayi sudah berusia 6 bulan. Memilih makanan yang tepat adalah sangat penting untuk menjaga kesehatan dan demi perkemabangan serta pertumbuhan bayi. Dengan usianya yang masih dini, bayi harus mendapat semua nutrisi yang diperlukan dalam proses pencernaannya. Janganlah sampai Ibu memilih makanan yang salah untuk si kecil, yang bisa mengakibatkan bayi tidak tumbuh dan berkembangsecara baik atau malah tidak sehat. Makanan bayi tentunya beda dengan orang dewasa, perut bayi masih rentan serta belum punya sistem kekebalan tubuh layaknya orang dewasa. Seperti diketahui kebanyakan bayi hanya mengonsumsi air susu ibu dan bubur sereal, karena minimnya pengetahuan  orang tua bayi, sehinggga bayi tidak dapat tumbuh dengan baik dan bermasalah dengan sistem pertumbuhannya.


Berikut adalah tips untuk memilih menu makanan bayi dengan usia 6 bulan. Menu makanan ini mengandung gizi yang beragam sesuai dengan kebutuhan untuk memenuhi pertumbuhan bayi. Berikut menu makanan yang sangat dianjurkan bagi bayi dengan usia 6 bulan:
1. Air Susu Ibu (ASI)
Dokter anak dunia sangat menganjurkan untuk memberikan asupan ASI terhadap bayi selama 6 bulan pertama. Kandungan nutrisi serta gizi air susu ibu untuk memberikan dampak positif yang banyak terhadap bayi.
2. Sereal
Saat ini sudah banyak ragam macam sereal dalam kemasan yang bisa Ibu pilih sebagai variasi menu makanan bayi. Namun Ibu juga harusnya bijak dalam memilih sereal yang baik bagi bayi, janganlah terpancing pada harganya, namun dari kandungan nutrisi serta gizi yang terdapat pada sereal itu. Sangatlah disarankan Ibu lebih baik untuk membuat sendiri dengan beras putih, beras merah serta havermuth, hal itu lebih terjamin daripada Ibu membeli sereal instan.
3. Sayuran
Sayuran punya segudang manfaat dengan kandungan seratnya. menu makanan bayi juga perlu  diimbangi dengan nutrisi nabati selain dnegan nutrisi hewani. SEjumlah sayuran yang dapat Ibu berikan sebagai asupan bayi diantaranya adalah labu parang, ubi jalar, kacang hijau, kentang labu, zucchini, dan lain-lain.
4. Buah-buahan
Sama halnya seperti sayuran, kandungan vitamin dan serat pada buah juga wajib diberikan pada bayi. Memang  tidak semua jenis buah dapat Ibu berikan pada bayi. Hal itu dikarenakan perut bayi masih amat sensitif serta belum dapat menerima makanan berat atau kasar. Buah yang dapat Ibu berikan pada bayi diantaranya seperti pisang atau alpukat.

Demikianlah menu makanan bayi yang baik untuk dikonsumsi sebagai makanan pendamping ASI saat bayi sudah berusia 6 bulan ke atas. Semoga bermanfaat.

Makanan Untuk Bayi

Makanan Untuk Bayi yang paling utama tetaplah Air susu ibu (ASI). ASI merupakan satu-satunya makanan yang memiliki kandungan semua gizi yang diperlukan bagi pertumbuhan bayi pada usia 0-6 bulan. Namun, saat usia 6 bulan, kebutuhan gizi bayi semakin meningkat serta tak bisa tercukupi sepenuhnya dengan ASI Sesudah bayi mencapai usia 6 bulan, selain membutuhkan ASI, bayi juga perlu untuk mendapat makanan pendamping ASI atau disingkat MPASI. Pada usia 6 bulan, sistem pencernaan bayi sudah mulai siap untuk menerima makanan selain ASI. Selai itu, Bayi juga sudah punya refleks mengunyah. Memberi MPASI sebaiknya dilakukan dengan bertahap, mulai dari makanan dengan tekstur lunak seperti bubur susu, kemudian bubur saring, lalu makanan lembek seperti bubur biasa, kemudian nasi tim, selanjutnya, mulai bisa diberikan makanan padat atau nasi biasa berdasarkan dengan tingkat usia bayi.

Lantas, makanan apa yang pertama kali sebaiknya diperkenalkan terhadap bayi? mnegenai hal itu, sebenarnya bisa makanan apa saja, namun tergantung pada respon bayi itu sendiri. Boleh dengan buah dulu atau makanan sumber karbohidrat lebih dulu. Yang terpenting diperkenalkan lebih dulu pada anak. jIka bayi tak suka, maka janganlah langsung berhenti,sebab bayi juga perlu untuk beradaptasiterhadap rasa makanan yang baru. jenis makanan yang dikenalkan sebaiknya juga disesuaikan berdasar berat badan bayi. Jika berat badan bayi terbilang kurang, maka sebaiknya pilihlah makanan yang berkalori tinggi. Pengaruh budaya juga cukup berpengaruh terhadap jenis makanan yang biasanya dikenalkan pada bayi. Di keluarga Jepang misalnya, kebanyakan mereka akan mengenalkan ikan tlebih dulu terhadap bayi mereka. Lantas bagaimana dengan resiko alergi? sebenarnya alergi bukan suatu hal yang bahaya. sehingga Ibu sebaiknya tak takut untuk mencoba. akan tetapi jika ada riwayat alergi pada orangtua bayi, maka sebaiknya jangan diberi makanan yang bisa jadi pemicu alergi, misalkan sumber protein seperti kacang, ikan, atau telur,.

Sedangkan untuk buah-buahan, pada dasarnya semua dapat diperkenalkan pada bayi. Pilih buah yang segar serta matang sehingga rasanya tidak akan masam. Sajikanlah buah saat masih segar agar kandungan vitamin Cnya tak berkurang. Sebaiknya, Buah diberikan sebanyak 2 sendok makan sekali makan dalam dua kali sehari dan tiap jenis buah sebaiknya diberikan 2-3 hari berturut-turut supaya bayi bisa mengenali rasanya. Selanjutnya, bayi baru diperkenalkan pada buah lainnya.

Makanan Bayi

Makanan Bayi yang utama tetaplah ASI. Karena semua kebutuhan gizi serta nutrisi bayi sudah ada dalam ASI, terutama untuk bayi yang masih berusia di bawah 6 bulan. Kandungan nutrisi serta gizi ini tak bisa tergantikan meski dengan susu formula cap paling mahal sekalipun. Memberikan ASI secara eklsusive pada bayi sangatlah penting hingga bayi berusia 6 bulan, artinya selama 6 bulanpertama, bayi tak membutuhkan makanan tambahan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan gizinya. Setelah berusia 6 bulan, barulah bayi bisa mulai diperkenalkan terhadap makanan pendamping ASI atau biasa disebut MPASI.


Memberi bayi makanan pendamping ASI baiknya secara bertahap, baik itu dilihat dari jenis makanan, tekstur serta jumlah porsinya. Selain itu, kekentalan makanan bayi serta jumlahnya juga harus disesuaikan berdasar kesiapan bayi untuk menerima makanan tersebut. Dari sisi tekstur makanannya, mulanya bayi haruslah diberikan makanan semi padat, sementara makanan padat mulai bisa diberikan saat bayi sudah mulai tumbuh gigi. Porsi makanan sebaiknya juga berangsur, mulai dari satu sendok sampai berangsur tambah sesuai porsi bayi. Sebaiknya, pengenalan pada makanan bayi ini dimulai dari satu jenis makanan dulu, misalkan pisang, alpukat atau pepaya. Selanjutnya, perhatikan respon bayi saat diberi makanan tersebut, apa bayi Bunda menerima makanan yang Bunda suapkan atau tidak. Bila si kecil menolak, maka jangan dipaksakan, berilah makanan bayi pendamping jenis lainnya. Biasanya, bayi ebih suka pada makanan dengan rasa manis, oleh karenanya, berikanlah makanan bayi seperti buah pada ujung lidah serta sayuran pada bagian tengah lidah. Utamakanlah pemberian sayuran dibandingkan buah-buahan, sebab citarasa sayuran cenderung langu seta kurang dsukai bayi. Jika bayi terus dikenalkan pada rasa manis, dikhawatirkan bayi tak akan suka sayuran.

Saat bayi berusia 6-9 bulan tekstur makanan baiknya berupa makanan cair serta lembut. Misalkan bubur buah, bubur susu atau bisa juga bubur sayur yang dihaluskan. Saat bayi berusia 10-12 bulan, bisa mulai dikenalkan makanan padat, namun tetap dengan tekstur lunak, misalkan nasi tim. Saat usia 12-24 bulan, bayi sudah dapat diperkenalkan makanan keluarga, akan tetapi tetap pertahankan rasa. Hindarilah makana yang bisa mengganggu organ pencernaannya, seperti makanan dengan bumbu terlalu tajam, terlalu asam, pedas dan berlemak.

Perawatan Bayi

Perawatan Bayi seringkali dianggap sebagai pekerjaan yang sulit dan rumit. Namun jika dilakukan dengan telaten, pekerjaan merawat bayi bisa menjadi pekerjaan yang mudah. Beikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam perawatan bayi.


1.    Walau sudah dimandikan dengan air hangat, tubuh bayi terkadang masih kedinginan. Oleh karena itu,
  • Periksalah pintu serta jendela, apa sudah tertutup semua. Sedikit saja ada angin yang masuk dalam kamar, dapat menyebabkan tubuh bayi yang masih basah jadi kedinginan.  
  • Pastikanlah ruangannya cukup hangat dengan suhu air mandi kurang lebih 38º C. Cobalah cek dengan cara mencelupkan siku Anda ke dalam air mandi tersebut.
  • Setelah diangkat dari air, segeralah bungkus bayi menggunkan handuk untuk menghangatkan tubuhnya.  
2.    Mata bayi terlihat lengket.
  • Tidak perlu khawatir. Hal ini biasa terjadi pada bayi yang baru lahir.  
  • Bersihkanlah mata bayi menggunakan kapas yang telah dibasahi dengan air matang dari arah hidung menuju arah telinga. Gunakanlah satu kapas untuk sekali pemakaian.
  • Bila terdapat cairan berwarna kuning yang sangat lengket, maka konsultasikanlah ke dokter.
3.    Tali pusat yang masih basah terdapat cairan putih. 
  • Tidak perlu cemas, hal ini tidak memerlukan penanganan yang khusus.
  • Pastikanlah tali pusat tidak berbau.
  • Sesudah bayi dimandikan, bungkuslah tali pusat menggunakan kain kassa yang dibasahi alkohol 70 persen.
  • Jangan menaburi apa pun, baik itu antibiotika ataupun bedak.
  • Konsultasikanlah ke dokter jika kulit di sekitar tali pusat berwarna merah, bengkak atau terlihat berdarah.
4.    Bayi sering cegukan (selama 5 hingga 10 menit) sehingga merasa kelelahan.
  • Cegukan terjadi dikarenakan terjadi kontraksi mendadak pada otot diafragma.
  • Susuilah bayi untuk mengurangi frekuensi dari cegukan. Pastikanlah kepala bayi ketika menyusu tegak. Setelahnya, sendawakanlah bayi.
5.  Sering menangis atau rewel pada malam hari.
  • Bila dikarenakan lapar, berilah Ia minum/susui ketika menjelang tidur malam supaya kenyang dalam waktu yang lama.
  • Bila karena buang air, segeralah ganti popoknya serta bersihkan seputar alat genetalnya hingga bersih menggunakna kapas, selanjutnya keringkan menggunakan lap kering.
  • Bila karena baju basah yang diakibatkan keringat, bersihkanlah tubuh bayi menggunakan waslap, keringkan, kemudian gantilah dengan baju yang dapat menyerap keringat.    
  • Bila telapak tangan atau kakinya terasa dingin, pakaikan pada bayi kaus kaki serta selimut supaya tetap hangat. Bila masih berusia 2 atau 3 bulan, Ibu bisa membedongnya menggunakan selimut bayi. Perhatikanlah suhu ruangan, bila menggunakan AC, suhu yang baik antara 25 hingga 27 ºC.
  • Bila karena  terganggu, ninabobokan bayi seraya bersenandung atau memutar lagu yang tenang disertai mengayun-ayun dan mengelus-elus punggung atau dahinya. Atau dapat pula dengan meredupkan lampu kamar, dan usahakanlah ruangan cukup hangat serta tidak pengap. 
  • Bila dikarenan kolik (menaangis terus-terusan dan melengking seperti kesakitan), gendonglah si kecil dalam posisi rebah di dadaIbu dan elus-elus atau tepuk-tepuklah punggung bayi. Terkadang, gerakan beraturan saat kita melangkah sambil menggendongnya, dapat membuat bayi merasa lebih nyaman sehingga akan mudah tertidur lagi.
6.    Bayi suka mencakar dirinya.
  • Bila Anda belum sempat untuk memotong kukunya, pakaikanlah kaus tangan bayi. Jika belum ada kaus tangan, gunakanlah kaus kaki sebagai kaus tangan. Kaus kaki biasanya tak akan mudah lepas dari tangannya.
  • Alihkanlah perhatian bayi terhadap mainan berbunyi di kaus tangannya, dengan begitu,, si kecil akan asyik bermain.
7.    Takut memotong kuku bayi.
  • Kuku bayi akan lebih mudah dipotong saat sesuydah mandi. Mintalah bantuan seseorang untuk mengajak bayi bicara, dan Anda memotong kukunya.   
  • Atau bisa juga saat bayi tidur, misalkan setelah disusui.  Dalam keadaan tidur, bayi tak akan banyak gerak, sehingga ibu akan lebih mudah untuk meluruskan jarinya yang biasanya menggenggam.
  • Gunakanlah gunting kuku khusus bayi yang aman bagi jemarinya.

Senam Ibu Hamil

Senam Ibu Hamil bermanfaat untuk menjaga kebugaran ibu hamil serta juga untuk menjdikan janin dalam kandungan tetap sehat. Selainn bermanfaat pada ibu saat hamil, senam ibu hamil juga berguna pada saat ibu melahirkan nantinya. Saat masa kehamilan, melakukan olahraga yang rutin sangatlah penting. Karena, dengan melakukan aktifitas fisik, akan dapat meberikan efek secara langsung terhadap kesehatan dan kebugaran tubuh ibu hamil. Dan bahkan, juga bermanfaat dan membantu saat proses melahirkan.


Olahraga saat sedang hamil atau senam ibu hamil berguna untuk menjaga stamina agar tetap terjaga dengan baik serta mengontrol berat badan agar tidak mengalami pelonjakan berat badan atau obesitas. Dusamping itu, senam ibu hamil juga bermanfaat untuk membuat tidur jadi nyenyak dan menurunkan resiko kelebiahn kolestrol saat sedang hamil. Senam ibu hamil memiliki konsep untuk melatih otot-otot tertentu yang bisa membantu saat proses persalinan secara normal (tanpa operasi sesar) nantinya. Otot-otot yang dilatih tersebut seperti otot paha, otot perut, dan otot pangul. Selain itu, dalam senam ibu hamil juag diajarkan untuk melatih pernafasan ketika kontraksi dan ketika mengejan saat proses melahirkan.

Senam ibu hamil berisi sejumlah gerakan seperti gerakan untuk melatih pernafasan, relaksasi, kerja otot jantung, dan kelenturan. Sehingga, akan dapat memperkuat otot, memperlancar sirkulasi darah, dan mengurangi keluhan kram dan nyeri bagi ibu hamil. Tidak hanya itu, senam ibu hamil juga bermanfaat untuk membantu bayi dpat masuk ke dalam jalan lahir dengan lancar. Senam ibu hamil sendiri, sebaiknya dilakukan saat masa kehamilan sudah memasuki usia 22 mingu. Melakukan senam ibu hamil, haruslah terlebih dulu berkonsultasi kepada dokter atu bidan terlebih dahulu.

Vitamin Untuk Bayi


Vitamin Untuk Bayi sering menjadi pembahasan yang membingungkan. Secara umum, vitamin bayi diperlukan untuk tumbuh kembang bayi. Akan tetapi, sebenarnya semua vitamin yang dibutuhkan oleh bayi lazimnya sudah terpenuhi oleh ASI Ekslusif dan dari makanannya. Sehingga, pemberian vitamin tambahan pada bayi tidaklah terlalu diperlukan, terkecuali bayi tersebut lahir prematur. Meski begitu, Vitamin yang dibutuhkan bayi tidak akan terpenuhi secara keseluruhan hanya dengan memberikannya buah-buahan dan sayur-sayuran. Buah dan sayur hanya mengandung sejumlah vitamin saja, seperti vitamin E,C, K, dan sebagian vitamin B. Sedangkan untuk vitamin A, B1, B6, B12, dan D bisa diperoleh dengan mengonsumsi aneka sumber hewani seperti susu dan produk olahannnya. Sedangkan untuk kebutuhan asupan mineralnya, bisa diperoleh dari susu dan produk olahannya, ikan, cumi, udang, dan garam.

Sementara untuk vitamin untuk bayi yang baru lahir, semuanya dapat diperoleh dari ASI Eksklusif. Sehingga, bila Anda ingin memberikan asupan mineral dan vitamin yang lebih baik pada bayi Anda, maka Anda tinggal meningkatkan kualitas dari ASI Anda sendiri. Lantas bayi yang seperti apa yag memerlukan asupan vitamin tambahan?. Bayi yang memerluka asupan vitamin tambahan seperti bayi yang lahir prematur atau tidak normal, bayi yang mempunyai kelainan kesehatan dan lain-lain. Bila bayi Anda lahir prematur atau memiliki kelianan kesehatan, maka sebaiknya Anda mengonsultasikannya denga dokter anak.

Dari situ bisa disimpulkan, sebenarnya sampai bayi berusia 6 bulan, bayi yang mendapatkan asupan ASI Eksklusif tidak memerlukan vitami tambahan. Cukup dengan mengatur pola makan Ibu, makanlah makanan yang mengandung vitamin yang cukup. Setelah bayi berusia 6 bulan, bila bayi Anda tidak mengalami kesulitan makan berbagai jenis makanan dengan jumlah yang cukup, maka vitamin tambahan tidak dibutuhkan. Vitamin tambahan baru menjadi alternatif jika bayi Anda benar-benar susah makan atau mempunyai masalah kesehatan yang kronis. Silahkan konsultasikan dengan dokter anak Anda.

Vitamin Bayi


Vitamin Bayi sebenarnya sudah didapatkan semuanya dari Air Susu Ibu atau ASI. Oleh karena itu, vitamin tambahan sebenarnya tidaklah diperlukan. Akan tetapi, ada juga sejumlah dokter yang menyarankan untuk memberi vitamin tambahan pada bayi sebagi nutrisi tambahan dan untuk menjaga daya tahan dari  Bayi. Air Susu Ibu sangatlah penting untuk diberikan pada bayi setidaknya pada enam bulan pertama. Berdasarkan penelitian, memberikan pada bayi vitamin, nutrisi, zat besi, juice, atau flouride tidak banyak memberi manfaat kesehatan pada bayi yang masih menyusu pada enam bulan pertamnaya. Dan bahkan, jika diberikan  dengan asal-asalan, justru malah bisa menimbulkan resiko.

Akan tetapi, jika bayi lahir dengan prematur atau mengalami kekurangan berat badan, maka memberikan vitamin dan nutrisi pada bayi diperlukan. Caranya, tambahkan vitamin atau mineral tersebut pada susu ibu setelah disapih terlebih dahulu. Berikut adalah sejumlah Vitamin Bayi yang diperlukan untuk tumbuh kembangnya.
1. Vitamin A
Vitamin A bermanfaat untuk perkambangan mata bayi. Selain itu, vitamin ini juga membatu untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya.
2. Vitamin B
Vitamin B merupakan vitamin yang sangat diperlukan oleh bayi. Vitamin B ini perlu diberikan sejak ibu hamil. Vitamin B diperlukan untuk menciptakan kekebalan tubuh bayi dan pembentukan sel darah.
3. Vitamin C
Vitamin yang juga disebut dengan Ascorbic Acid ini bermanfaat untuk menyembuhkan luka, menjaga kesehatan gigi, menambah daya tahan tubuh terhadap infeksi, serta menjaga kesehatan pembulh darah.
4. Vitamin D
Tambahan vitamin D diperlukan hingga 200IU per hari jika ASI yang diberikan kurang dari 17 ons setiap harinya. ASI mempunyai banyak kandungan vitamin D.
5. Vitamin K
Vitamin K adalah salah satu vitamin yang penting bagi tumbuh kembang bayi. Vitamin ini, perlu diberikan saat bayi baru lahir. hal tersebut untuk mencegah terjadinya pendarahan internal dalam tubuh bayi yang baru lahir.
6. Vitamin E
Vitamin ini bermanfaat dalam membentuk kekebalan tubuh bayi.

Itulah sejumlah Vitamin Bayi  yang diperlukan untuk menjaga tumbuh kembang bayi tetap baik.

Entri Populer

Artikel Ibu Hamil