Kesehatan Ibu Hamil dan Bayi

Daftar Blog Saya

Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Penyakit Ibu Hamil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyakit Ibu Hamil. Tampilkan semua postingan

Tips Kurangi Sakit Maag Saat Sedang Hamil

Sakit maag bisa terjadi pada siapapun dan bisa juga terjadi saat proses kehamilan, tips kurangi sakit maag saat sedang hamil dapat anda lakukan dengan berbagai cara yang aman dan mudah. Penggunaan obat-obat selama kehamilan memang tidak diperbolehkan karena dapat mengganggu sistem perkembangan janin dalam kandungan.

Tips Kurangi Sakit Maag Saat Sedang Hamil

Sedangkan rasa sakit yang ditimbulkan juga harus segera diobati. Untuk menmgatasinya tidak bisa dengan menggunakan obat secara langsung, mungkin beberapa dokter kandungan memiliki beberapa obat yang aman untuk dikonsumsi oleh ibu hamil. Untuk mengatasinya dengan cepat simaklah sedikit ulasan mengenai tips kesehatan di masa kehamilan yang akan kami sampaikan.

Berikut ini adalah beberapa tips kurangi sakit maag saat sedang hamil dengan aman:

  • Tidak mengosongkan perut dalam waktu yang cukup lama – ketika mengawali masa kehamilan, sebagian besar ibu hamil memiliki nafsu makan yang tidak terlalu bagus oleh karena itu seringkali pada tremester pertama ibu hamil memiliki beberapa jeni penyakit seperti maag tersebut. Untuk mencegah terjadinya penyakit maag, anda harus selalu mengkonsumsi makanan untuk menutrisi tubuh anda dengan aik. Jika anda kekurangan asupan makanan untuk tubuh, tidak hanya penyakit maag saja, juga dapat membahayakn kesehatan janin anda.
  • Pola makan yang teratur – penyakit maag ini bisa juga disebabkan karena pola makan yang tidak teratur. Anda harus lebih disiplin dalam menerapkan waktu untuk sarapan, makan siang dan sebagainya. Tidak hanya dapat diatasi dengan penggunaan obat saja, dengan menerapkan pola makan yang teratur, sakit maag anda akan mulai teatasi sedikit demi sedikit.
  • Hindari berbaring setelah makan – biasakan untuk tidak berbaring setelah anda makan, beberapa hal ini dapat menyebabkan terjadinya penyakit maag dan hal ini harus anda hindari. Oleh karena itu, untuk mengatasi sakit maag, anda tidak memerlukan oabat-obatan dan yang lainnya. Anda dapat mengubah pola hidup anda menjadi lebih sehat maka tubuh anda akan terhindar dari penyakit maag.

Demikianlah informasi yang telah kami sampaikan diatas mengenai tips kurangi sakit maag saat sedang hamil. Semoga tips kehamilan ini dapat bermanfaat untuk anda.

Tips Mengatasi Perut Kembung saat Hamil

Setiap orang pada umumnya memiliki gas di dalam tubuhnya dan hal ini juga sering dialami oleh ibu hamil, dengan tips mengatasi perut kembung saat hamil ini semoga dapat membantu anda dalam mengatasi prut kembung tersebut. Seringkali kondisi ini membuat ibu hamil merasa tidak nyaman sehingga dapat mengganggu aktifitas ibu hamil.

Tips Mengatasi Perut Kembung saat Hamil

Gas di dalam perut ini sebenarnya merupakan hasil alami dari proses pencernaan, namun jika kondisi ini terjadi berbelbihan membuat kondisi ibu hamil semakin tidak nyaman. Perut kembung yang terjadi pada ibu hamil ini dikarenakan adanya perubahan hormon selama kehamilan, dan untuk mengatasinya ada beberapa cara alami yang dapat anda lakukan dengan mudah.

Berikut ini adalah beberapa tips mengatasi perut kembung saat hamil dengan cara yang sederhana :

  • Konsumsi sup hangat – untuk menghilangkan perut kembung, anda dapat mengkonsumsi sup hangat. Cara ini merupakan cara yang sangat alami untuk mengatasi perut kembung pada ibu hamil. Oleh karena itu, hidangan sup yang masih hangat ini harus segera anda konsumsi agar terhindari dari kembung yang berlebihan.
  • Konsumsi jahe hangat – tanaman yang satu ini memiliki khasiat yang sangat baik untuk tubuh, salah satunya dapat mengatasi perut kembung. Cara mengolahnya pun sangat mudah, hanya dengan ditumbuk dengan mencucinya hingga bersih lalu rebus hingga mendidih. Air rebusan jahe ini dapat anda konsumsi selagi hangat. Anda dapat menambahkan satu sendok madu pada minuman jahe ini. Dengan mengkonsumsi air rebusan jahe ini dapat membuat ibu hamil merasa lebih nyaman.
  • Berolahraga – meskipun dalam kondisi hamil, olahraga harus selalu dilakukan untuk menjaga kondisi kehamilan tetap sehat. Selain dapat mengatasi perut kembung, dengan berolahraga ini dapat membantu melancarkan metabolisme dalam tubuh. Olahraga yang tepat untuk ibu hamil seperti berjalan santai, berenang dan olahraga lain khusus untuk ibu hamil.
  • Konsumsi teh manis – cara yang lebih sederhana, anda dapat mengkonsumsi minuman the manis untuk mengatasi perut kembung selama kehamilan anda. Selain mudah, cara ini sangat aman untuk dikonsumsi oleh ibu hamil.

Itulah beberapa tips mengatasi perut kembung saat hamil yang dapat kami sampaikan untuk anda, semoga tips kehamilan ini dapat bermanfaat untuk menjaga kesehatan kehamilan anda dengan baik.

Efek Aneh yang Muncul Selama Masa Kehamilan

Ada beberapa efek aneh yang muncul selama masa kehamilan yang secara tidak anda sadari dapat terjadi selama masa kehamilan tersebut. Kondisi ini sangat umum terjadi pada ibu hamil dan untuk mencegah terjadinya efek aneh ini, ada beberapa hal yang harus anda perhatikan dan usahakan untuk selalu menjaga kehamilan anda dengan banyak mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi.


Hindari juga makanan yang dapat mempengaruhi kehamilan anda seperti minuman bersoda dan minuman yang banyak mengandung kafein, selain itu perbanyak asupan air putih untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh anda selama masa kehamilan tersebut.

Berikut ini adalah beberapa efek aneh yang muncul selama masa kehamilan :

  • Keringat yang berlebihan – selama masa kehamilan, tubuh ibu hamil lebih mudah merasa lelah. Melakukan aktifitas ringan pun membuat ibu hamil merasa sangat kepanasan dan mengeluarkan keringan yang berlebihan. Hal ini memang sangat biasa terjadi pada ibu hamil karena tubuh yang menahan berat perut yang semakin membesar membuat kondisi ibu hamil lebih mudah merasa gerah dan mengeluarkan banyak keringat. Selain itu, selama masa kehamilan peredaran darah semakin besar dan menyebabkan tubuh menjadi panas dan mudah berkeringat. Mengatasi kondisi ini, anda dapat mengenakan baju hamil dengan bahan yang dapat menyerap keringat dan nyaman digunakan untuk beraktifitas. Gunakan juga deodoran atau bedak untuk mencegah terjadinya iritasi dari keringat berlebih tersebut.
  • Keluarnya cairan dari vagina – menjelang persalinan, keluarnya cairan dari vagina yang berwarna bening ini sangat wajar terjadi. Hal ini dikarenakan meningkatnya jumlah hormon yang diproduksi oleh tubuh selama masa kehamilan tersebut dan hal ini tidak membahayakan kehamilan anda, selama cairan tersebut tidak berbau dan menimbulkan rasa gatal pada area kewanitaan anda. Untuk mengatasinya, anda dapat menggunakan pembalut tipis.
  • Tak dapat menahan kencing – pada saat tertawa biasanya ibu hamil tidak sengaja mengompol di celana, meskipun hanya sedikit namun dapat membuat anda merasa tidak nyaman. Untuk mengatasinya, perbanyaklah mengkonsumsi air putih dan selalu membawa celana dalam saat melakukan aktifitas diluar rumah dan juga usahakan untuk selalu buang air kecil meskipun tidak merasa ingin buang air kecil.

Itulah beberapa efek aneh yang muncul selama masa kehamilan anda, semoga info kehamilan yang kami sampaikan diatas dapat bermanfaat untuk anda.

Anemia Ibu Hamil

Anemia Ibu Hamil - Masalah kesehatan kurang darah atau biasa disebut Anemia memang bisa menyerang siapa saja, namun tahukah Anda? bahwa salah satu yang paling berisiko tinggi dan sekaligus paling sering mengalami anemia adalah ibu hamil. Mengapa bisa demikian?. Hal itu dikarenakan, karena kebanyakan dari Ibu hamil mengalami kurang gizi. Dikarenakan ibu hamil itu biasanya sering suka mual dan muntah, sehingga Hbnya dapat turun, sehingga haruslah dijaga asupan gizi dari Ibu hamil itu sendiri. Padahal ketika selama masa kehamilan, tubuh seorang Ibu hamil harus memproduksi lebih banyak darah untuk mendukung tumbuh kembang janin. Dengan kata lain bila seorang wanita tidak mendapat nutrisi tertentu seperti diantaranya zat besi, maka tubuhnya tidak akan mampu untuk menghasilkan sel darah merah demi memenuhi kebutuhan akan darah tambahan itu.

Tidak hanya itu, anemia juga akan menyebabkan seorang ibu hamil menjadi merasa capek serta lemah. Bila kondisi anemianya dirasa signifikan dan tidak kunjung ditangani, maka hal ini bisa meningkatkan resiko komplikasi yang serius, contohnya persalinan prematur. Ibu hamil terkena anemia biasanya bila kurang gizi. Sebab ketika hamil ada bayi/janin di dalam kandungan sang ibu, sehingga makanan harus terus diberikan kepada ibu agar ibu serta bayi tidak kekurangan gizi. Secara garis besar, terdapat tiga nutrisi utama yang tidak boleh dilewatkan dalam pola makan ibu hamil sebab dapat menjadi penyebab utama anemia selama masa hamil, yakni asam folat, zat besi dan vitamin B12. Selain berpengaruh terhadap kesehatan sang Ibu, anemia Ibu hamil tentu juga memunculkan resiko kesehatan yang jelas menghantui bayi. Bayi dapat tumbuh lamban, atau dapat juga mengakibatkan bayi lahir dengan bobot badan yang rendah. Anemia selama masa kehamilan bisa meningkatkan risiko beberapa gangguan kesehatan pada bayi dan juga ibunya. Resiko pada bayi diantaranya adalah kelahiran prematur atau bayi lahir dengan berat badan yang rendah serta bayi dapat lahir cacat pada tulang belakang ataupun otaknya (neural tube defects), sementarauntuk sang Ibu, anemia bisa mengakibatkan postpartum depression atau depresi setelah persalinan.

Namun bila sudah terlanjur terjadi, maka tiap ibu hamil diminta untuk memperhatikan pola makannya, terutama dengan menambahkan makanan yang kaya zat besi serta asam folat ke dalam menu hariannya. Dapat pula dengan mengkonsumsi keduanya dalam bentuk suplemen. Mencegah ataupun mengatasi Anemia Ibu hamil tentunya dengan mengonsumsi makanan-makanan yang bergizi eperti yang sayuran yang kaya akan zat besi seperti sayuran hijau, buah-buahan, serta hati.

Perut Ibu Hamil

Perut Ibu Hamil sseringkali mengalami nyeri dan biasanya sering terjadi pada daerah bagian bawah perut. Akan tetapi, rasa nyeri dapat juga timbul pada bagian perut lain. Dalam banyak kasus, rasa nyeri yang muncul bukan merupakan masalah yang serius. Akan tetapi, ada juga sebagian lainnya yang rasa nyerinya dapat menjadi gejala dari masalah yang serius. Maka dari itu, sangat penting untuk ibu hamil mengetahui hubungan antara kehamilan dengan rasa nyeri di perut bagian atas. Dan Berikut adalah sejumlah penyebab nyeri perut ketika masa kehamilan:


1. Kehamilan Ektopik
Kehamilan ektopik terjadi saat embrio ada di luar rongga rahim. Di dalam banyak kasus kehamilan ektopik, implantasi embrio biasanya terjadi dalam tuba falopi. Akan tetapi, embrio juga dapat berada di leher rahim, indung telur, ataupun daerah perut. Bila tak segera ditangani, kehamilan ektopik bisa menimbulkan perdarahan dan komplikasi lain.
Keadaan ini berpotensi untuk mengancam jiwa sehingga dibutuhkan penanganan dengan segera.
2. Keguguran
Keguguran sering dialami saat periode beberapa bulan pertama masa kehamilan. Bila seorang wanita merasakan nyeri di perut yang diikuti oleh kelemahan serta keluarnya darah, maka segeralah menghubungi dokter.
3. Preeklamsia
Salah satu hal yang menjadi penyebab utama rasa nyeri pada perut ialah preeklamsia yang terjadi saat trimester kedua atau ketiga masa kehamilan. Keadaan ini terjadi saat ibu hamil menderita hipertensi atau bisa juga saat mengalami tekanan darah tinggi diiringi dengan semakin meningkatnya kandungan protein di dalam urine. Preeklamsia akan menyebabkan adanay perubahan pembuluh darah sehingga organ-organ tertentu di dalam tubuh seperti otak, ginjal dan hati dapat terpengaruh. Keadaan ini juga akan berdampak negatif untuk plasenta.
4. Sindrom HELLP
Sindrom HELLP merupakan gangguan yang biasanya terjadi saat tiga bulan terakhir masa kehamilan. HELLP adalah singkatan dari Hemolysis, elevated liver enzymes, and low platelet count. Ketika sedang mengalami keadaan ini, timbullah rasa nyeri yang parah pada sisi kanan atas perut. Sindrom HELLP bisa mengarah pada terjadinya preeklamsia.

Mual Pada Ibu Hamil

Mual Pada Ibu Hamil merupakan hal yang lumrah dan banyak dialami oleh ibu hamil. Akan tetapi, hal tersebut bisa menjadi masalah saat mempengaruhi asupan nutrisi dan gizi ibu hamil. Tentunya, semua ibu hamil pastinya  ingin untuk mencukupi kebutuhan nutrisi janin ketika sedang hamil. Akan tetapi, tdak semua Ibu mudah untuk memberikan asupan gizi yang cukup untuk calon bayinya, sebagian calon ibu mengalami hambatan dalam memberikan asupan gizi nutrisi ketika sedang hamil. Dan masalah yang paling sering terjadi tersebut adalah karena mengalami gejala mual serta muntah.


Berdasarkan hasil riset, sebanyak 50 hingga 90 persen ibu hamil akan mengalami gejala mual dan muntahmuntah pada trimester pertama atau awal-awal kehamilan. Rasa mual tersebut timbul sebagai akibat dari adanya peningkatan kadar hormone estrogen. Yang menyebabkan rasa mual dan muntah berlebihan tersebut hingga saat ini memang belum diketahui secara pasti. Sejumlah faktor yang sering disebut-sebut sebagai penyebab mual pada ibi hamil adalah seperti perubahan metabolis, psikologi, alergi, dan ada pula karena sedang mengalami kehamilan ganda.
Keadaan mual dan muntah ini akan berimbas pada ibu jadi malas makan sehingga kebutuhan nutrisi tidak bisa terasup dengan baik. Padahal, saat masa trimester awal ini, janin justru membutuhkan lebih banyak nutrisi. Sebenarnya, mual serta muntah pada ibu hamil ini tidaklah membahayakan janin. Kondisi seperti ini baru akan membahayakan janin saat ibu lantas susah makan dan tidak memenuhi kebutuhan nutrisi bayi dengan baik. Dan Kemungkinan paling buruk adalah, ibu bisa terkena dehidrasi. kondidi yang paling ekstrem dan fatal adalah bisa berakibat bahaya adalah jikadisertai dengan ibu hamil mengalami pendarahan.

Mual pada ibu hamil sendiri dapat terjadi saat mengunyah makanan. Dan bahkan, ada juga ibu hamil yang langsung merasa mual saat mencium aroma makanan. Kendaan ini tentu sangat berbahaya, sebab jika kondisi mual tersebut sudah parah, maka ibu hamil harus menjalani pengobatan yang disebut dengan nama hiperemesis gravidarum. Ketika sedang menjalani hipermesis gravidarum, ibu justru akan mengalami kondisi yang buruk, yakni badan lemas, tak nyaman, dan bahkan dapat menyebabkan dehidrasi.

Keputihan Pada Ibu Hamil

Keputihan Pada Ibu Hamil sebenarnya tidaklah terlalu berbahaya. Karena, pada dasarnya keputihan bukanlah sebuah penyakit akan tetapi hanya sebagai gejala penyakit atau adanya kelainan tertent. Dan hal ini normal terjadi.Selama masa kehamilan, tubuh akan mengalami banyak perubahan. Diantaranya perubahan yang gampang dikenali adalah keluarnya lendir dari miss V. Biasanya, kadar lendir yang keluar dari miss V pada ibu hamil akan lebih banyak dari biasanya. Dan ternyata, hal tersebut diakibatkan karena pengaruh hormon yang diproduksi selama hamil, misalkan estrogen.



Biasanya, keputihan pada ibu hamil memiliki tekstur yang encer, warnanya putih sedikit bening campur putih seperti susu, tak membuat gatal, dan tidak berbau busuk.Ibu perlu untuk mengenali serta menyadari apakh ada perubahan pada bentuk atau tampilan lendir dari miss V. karena, mungkin saja terdapat infeksi kuman penyakit ataupun gangguan saat proses kehamilan. Misalnya:
  • Infeksi atau peradangan parasit, bakteri atau jamur. Infeksi vagina yang paling sering terjadi pada ibu hamil adalah infeksi jamur .
  • Infeksi virus dari jenis Human Papilloma Virus (HPV) yang mengakibatkan timbulnya kutil-kutil di sekitar area miss V.
  • Keganasan penyaik tkanker leher rahim .
  • Penyakit yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual, seperti Gonorhoe (GO) serta sifilis.
  • Tanda bayi akan lahir , yakni berupa gumpalan lendir yang tebal akibat keluarnya sumbat mulut rahim.
Keputihan pada ibu hamil patut diwaspadai saat:
  • Wujud Lendir kental serta lengket.
  • Lendir warnanya kekuningan atau kehijauan, dan bahkan hingga berwarna kemerahan atau kecokelatan.
  • Baunya tidak sedap dan menyengat.
  • Daerah di sekitar area missV berwarna kemerah-merahan dan terasa gatal.
Bila keputihan pada ibu hamil masih tergolong normal, yakni karena akibat aktivitas dari kelenjar penghasil hormon kehamilan, maka keadaan ini akan hilang dengan sendirinya ketika bayi lahir. Penting untuk diingat, sebaiknya segera periksakan diri ibu hamil begitu terjadi perubahan pada lendir yang mencurigakan, supaya pengobatan dapat lebih efisien dan efektif.

Hipertensi Pada Ibu Hamil

Hipertensi Pada Ibu Hamil dapat menjadi hal yang berbahaya, baik itu untuk ib hamil sendiri, maupun untuk janin yang ada di dalam kandungan. Saat mengalami hipertensi atau darah tinggi, dapat menekan dan merusak diniding arteri pada pembuluh darah. Orang yang mengalami hipertensi adalah orang yang tekanan darahnya ada di atas 140/90 mmHG (140 mmHg tekanan sistolik serta 90 mmHg tekanan diastolik). Hipertensi pada ibu hamil biasanya banyak terjadi pada ibu hamil muda denga usia di bawah 20 tahun atau terlalu tua, di atas 40 tahn, hamilan dengan bayi kembar, atau bisa juga terjadi pada ibu hamil saat kehamilan pertama. Hipertensi Ada dua macam, yakni Hipertensi essensial atau hipertensi primer di mana penyebabnya bukan dikarenakan oleh adanya gangguan pada jantung ataupun ginjal, akan tetapi disebabkan karena  faktor lainnya seperti dikarenakan gaya hidup yang tidak sehat, stress, mengonsumsi garam secara berlebihan, merokok, minum minuman beralkohol dan kafein, pola makan yang tak sehat juga mengakibatkan timbunan lemak serta berat badan yangberlebih dan adanya faktor keturunan.


Sementara hipertensi yang dikarenakan oleh gangguan ginjal ataupun jantung disebut dengan hipertensi sekunder. Preeklampsia Jenis hipertensi pada kehamilan adalah yang paling bahaya adalah Preeklampsia atau biasa di sebut pula dengan keracunan kehamilan. Pre eklampsia adalah penyakit yang timbul dengan tanda-tanda seperi hipertensi, edema serta proteinuria yang timbul karena kehamilan, umumnya istilah lain disebut pula dengan keracunan kehamilan. Hipertensi pre eklampsia disebabkan karena terjadinya kenaikan tekananan sistolik hingga 30 mm Hg atau hingga 140 mm Hg (isteri 145), dan kenaikan tekanan diastolik hingga 15 mm Hg atau mencapai 90 mm Hg (isteri 89)...

Edema pre eklampsia dapat terjadi karena penimbunan cairan yang secara umum dan berlebih di dalam tubuh, biasanya bisa diketahui dari naiknya berat badan dan pembengkakan kaki, jari tangan serta wajah. Naiknya berat badan hingga 1 kg dalam satu minggu beberapa kali dapat menjadi tanda-tanda pre eklampsia. Proteinuria pre eklampsia ada konsentrasi protein di dalam air kencing yang lebih dari 0,3 gram/liter serta air kencing 400 ml atau kurang dari 400 ml dalam satu hari. artinya, tandanya air kencing ibu hamil yang menderita hipertensi air kencingnya sangat sedikit dalam satu hari. Hingga saat ini belum ditemukan secara pasti apakah penyebab dari pre eklampsia. Pencegahan dapat dilakukan dengan cara menjaga Pola hidup sehat, menjauhi minuman beralkohol, jauhi merokok, hindarkan stress, jaga pola makan tetap sehat

Kaki Bengkak Pada Ibu Hamil

Kaki Bengkak Pada Ibu Hamil dapat terjadi karena adanya perubahan hormonal serta kenaikan berat badan ketika hamil, tidak hanya di bagian kaki, namun terkadang juga pada bagian-bagian lain. Akan tetapi pada sejumlah kasus pembengkakan pada kaki dapat disebabkan pula oleh adanya gangguan pada pembuluh vena. bengkak kaki yang terjadi ketika sedang  hamil bisa diakibatkan karena ketidakmampuan pembuluh vena untuk mengalirkan darah secara normal sehingga cairan dalam tubuh tidak seimbang. Tidak seperti pembuluh arteri yang mendapat tekanan dari jantung, pembuluh vena mengandalkan tekanan dari otot serta rongga tubuh untuk mengalirkan darah.


Normalnya, sirkulasi darah terutama aliran balik ke jantung dapat dipengaruhi oleh perbedaan tekanan rongga perut dengan dada, Akan tetapu, ketika hamil tekanan ini sedikit terhambat karena rahim yang semakin membesar. Aliran darah balik ke dalam tubuh terjadi pada pembuluh vena. Jika aliran darah balik tak normal, maka akan mempengaruhi fungsi dan kinerja dari pembuluh vena juga. Pembuluh Vena yang rentan mengalami kerusakan adalah pada bagian kaki. Hal ini karena kaki mempunyai tugas yang lebih berat dibandingkan pada bagian tubuh lain karena letaknya berada paling jauh dari jantung. kerusakan dari pembuluh darah vena bisa disebabkan oleh adanya refluks yakni aliran darah yang kembali ke bawah dikarenakan adanya kerusakan pada katup vena. Selain itu, bisa juga disebabkan karena adanya penyumbatan pada pembuluh yang mengakibatkan darah tak mampu dibalikkan ke jantung.

Gangguan pembuluh vena atau dikenal juga dengan istilah insufisiensi vena tidak hanya menimbulkan gejala bengkak, akan tetapi juga sejumlah gejala lain seperti sakit dan nyeri di kaki, bahkan bisa hingga kram pada malam hari. Untuk menghindari hal ini, tentu diperlukan untuk menghindari faktor dan resiko dari gangguan pembuluh vena. Sejmlah faktor resiko dari gangguan vena antara lain seperti duduk atau berdiri terlalu lama, kurangnya aktivitas fisik, serta faktor obesitas. Jika sudah terlanjur terjadi, resikonya bisa dikurangi dengan membuat otot-otot kaki unuk sering berkontraksi. Selain itu, ada beberapa hal yang dapat dilakukan, yakni menghindari duduk ataupun berdiri yang terlalu lama, berbaring dengan letak atau posisi kaki lebih tinggi, memakai stoking kompresi, serta dengan cara menggunakan alat kontraksi otot betis. Resiko mengalami gangguan akan meningkat seiring bertambahnya jumlah kehamilan. Pada kehamilan pertama, resiko gangguan vena sekitar 13 persen, pada kehamilan kedua sekitar 30 persen, pada kehamilan ketiga hingga 57 persen, dan selanjutnya akan terus meningkat.

Entri Populer

Artikel Ibu Hamil