Kesehatan Ibu Hamil dan Bayi

Daftar Blog Saya

Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Makanan Sehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makanan Sehat. Tampilkan semua postingan

Makanan Untuk Bayi

Makanan Untuk Bayi yang paling utama tetaplah Air susu ibu (ASI). ASI merupakan satu-satunya makanan yang memiliki kandungan semua gizi yang diperlukan bagi pertumbuhan bayi pada usia 0-6 bulan. Namun, saat usia 6 bulan, kebutuhan gizi bayi semakin meningkat serta tak bisa tercukupi sepenuhnya dengan ASI Sesudah bayi mencapai usia 6 bulan, selain membutuhkan ASI, bayi juga perlu untuk mendapat makanan pendamping ASI atau disingkat MPASI. Pada usia 6 bulan, sistem pencernaan bayi sudah mulai siap untuk menerima makanan selain ASI. Selai itu, Bayi juga sudah punya refleks mengunyah. Memberi MPASI sebaiknya dilakukan dengan bertahap, mulai dari makanan dengan tekstur lunak seperti bubur susu, kemudian bubur saring, lalu makanan lembek seperti bubur biasa, kemudian nasi tim, selanjutnya, mulai bisa diberikan makanan padat atau nasi biasa berdasarkan dengan tingkat usia bayi.

Lantas, makanan apa yang pertama kali sebaiknya diperkenalkan terhadap bayi? mnegenai hal itu, sebenarnya bisa makanan apa saja, namun tergantung pada respon bayi itu sendiri. Boleh dengan buah dulu atau makanan sumber karbohidrat lebih dulu. Yang terpenting diperkenalkan lebih dulu pada anak. jIka bayi tak suka, maka janganlah langsung berhenti,sebab bayi juga perlu untuk beradaptasiterhadap rasa makanan yang baru. jenis makanan yang dikenalkan sebaiknya juga disesuaikan berdasar berat badan bayi. Jika berat badan bayi terbilang kurang, maka sebaiknya pilihlah makanan yang berkalori tinggi. Pengaruh budaya juga cukup berpengaruh terhadap jenis makanan yang biasanya dikenalkan pada bayi. Di keluarga Jepang misalnya, kebanyakan mereka akan mengenalkan ikan tlebih dulu terhadap bayi mereka. Lantas bagaimana dengan resiko alergi? sebenarnya alergi bukan suatu hal yang bahaya. sehingga Ibu sebaiknya tak takut untuk mencoba. akan tetapi jika ada riwayat alergi pada orangtua bayi, maka sebaiknya jangan diberi makanan yang bisa jadi pemicu alergi, misalkan sumber protein seperti kacang, ikan, atau telur,.

Sedangkan untuk buah-buahan, pada dasarnya semua dapat diperkenalkan pada bayi. Pilih buah yang segar serta matang sehingga rasanya tidak akan masam. Sajikanlah buah saat masih segar agar kandungan vitamin Cnya tak berkurang. Sebaiknya, Buah diberikan sebanyak 2 sendok makan sekali makan dalam dua kali sehari dan tiap jenis buah sebaiknya diberikan 2-3 hari berturut-turut supaya bayi bisa mengenali rasanya. Selanjutnya, bayi baru diperkenalkan pada buah lainnya.

Nutrisi Pada Ibu Hamil

Kebutuhan Nutrisi Pada Ibu Hamil sangat dibutuhkan dan penting untuk dipenuhi dengan cukup. Tidak hanya demi menjaga kesehatan sang ibu hamil sendiri, namun juga demi menunjang tumbuh kembang bayi di dalam kandungan sang Ibu. Oleh karena itu, Ibu harus mencukupi kebituhan nutrisi ibu hamil yang cenderung semakin meningkat saat hamil. Berikut adalah beberapa bahan makanan yang memiliki banyak kandungan nutrisi yang baik untuk ibu hamil.


1. Sayuran Hijau
Sayuran berwarna hijau tua seperti kangkung dan bayam merupakan sumber serat, folat, zat besi dan vitamin C. Saat mas kehamilan, ibu hamil akan beresiko kekurangan zat besi. Konsumsi sayur bayam akan dapat membantu ibu untuk mengatasi masalah kurang zat besi saat masa kehamilan. Di sisi lain, serat akan membantu ibu hamil untuk mencegah tejadinya sembelit. Sedangkan vitamin C akan membantu dalam proses penyerapan zat besi pada ibu hamil. Sementara folat dibutuhkan untuk mendukung tumbuh dan kembang bayi di dalam kandungan.
2. Nasi Merah
Nasi merah merupakan makanan yang kaya akan zat besi, serat dan vitamin B. Selain itu, nasi merah juga rendah indeks glikemik serta dapat membantu ibu hamil untuk merasa kenyang lebih lama. Kelompok vitamin B dibutuhkan untuk menjaga kesehatan sistem saraf serta produksi sel darah merah. Ketika ibu hamil, volume darah akan meningkat hingga 40 persen.
3. Buah Stroberi
Stroberi seringkali dijuluki sebagai makanan super karena memiliki kandungan folat, serat, antioksidan dan vitamin C yang besar. Antioksidan yang dikonsumsi sebelum serta sepanjang masa kehamilan akan bermanfaat untuk membantu melindungi bayi dari resiko diabetes tipe 2 dan obesitas. Terdapat pula kaitan antara antioksidan serta penurunan resiko preeklamsia, tekanan darah tinggi yang serius yang terjadi ketika ibu hamil. Memang masih diperlukan lebih banyak study untuk mengetahui penelitian ini. Namun tidak ada salahnya ibu hamil megonsumsi buah stroberi yang nikmat dan menyegarkan itu.
4. Minyak Ikan
Penting bagi ibu hamil untuk memperleh asupan dua porsi ikan yang memiliki kandungan asam lemak omega tiga yang baik. Asam lemak ini dibutuhkan oleh ibu hamil demi perkembangan mata serta sistem saraf bayi. Sumber makanan yang kaya akan asam lemak omega 3 adalah ikan salmon dan ikan kembung. Akan tetapi, British Nutrition Foundation memperingatkan Ibu hamil agar tidak berlebihan saat makan ikan karena dikhawatirkan ikan tersebut memiliki kandungan polutan yang berbahaya bagi bayi dalam kandungan.
5. Buah Pisang
Buah yang satu ini memiliki kandungan potasium yang dibutuhkan untuk mengatasi penahanan cairan yang membuat kaki menjadi bengkak serta kram ketika hamil. Buah Pisang juga mengandung serat serta gula yang dirilis secara perlahan hingga membuat ibu merasa kenyang lebih lama. Serat baik untuk mencegah terjadinya sembelit. Jadikanlah pisang sebagai camilan yang menyehatkan untuk ibu hamil.
6. Daging Merah
Daging merah tanpa lemak adalah sumber zat besi yang dibutuhkan saat masa kehamilan supaya ibu hamil tidak terkena anemia. Daging merah juga merupakan smber kaya protein. Hindari konsumsi hati ketika hamil karena mengandung retinol yang tinggi. Retinol merupakan bentuk vitamin A yang dapat berbahaya bagi calon bayi dalam kandungan.

Anemia Pada Ibu Hamil

Anemia Pada Ibu Hamil sering dikaitkan dengan meningkatnya resiko kelahiran prematur serta rendahnya berat badan bayi ketika lahir. Menjaga hemoglobin atau sel darah merah dalam batas yang normal sangatlah penting sebab hemoglobin bertugas untuk mengirim oksigen menuju janin. OLeh karna itu, sangatlah penting untuk makan makanan yang kaya akan vitamin C demi meningkatkan penyerapan zat besi. Selain itu, perlu juga untuk, menghindari makanan yang bisa mengurangi penyerapan zat besi seperti kopi dan teh. Kalsium yang terkandung pada susu juga bisa mengurangi penyerapan zat besi. Berikut sejumlah makanan yang baik untuk dikonsumsi demi mencegah anemia pada ibu hamil.


1. Pisang
Pisang merupakan sumber mineral dan zat besi. Mengonsumsi buah pisang ketika sarapan bisa menjadi pilihan yang baik untuk mencegah ataupun mnegatai anemia selama ibu hamil.
2. Kurma
Buah asal arab ini terkenal akan kemampuannya dalam meningkatkan produksi hemoglobin. mengonsumsi buah kurma sebagai makanan atau camilan manis bisa untuk meningkatkan produksi darah merah.
3. Oatmeal
Oatmeal bisa mencegah anemia selama masa hamil. Selain mudah untuk dicerna, oatmeal bis ajuga memberikan mineral yang dibutuhkan tubuh, selain zat besi.
3.Kacang-kacangan
Kacang-kacangan adalah salah satu sumber zat besi yag berguna untuk mencegah terjadinya anemia. Kacang-kacangan dapat menjadi camilan sehat yang saat Anda sedang bekerja ataupun beraktivitas di rumah.
4. Brokoli
Brokoli merupakan salah satu sayuran berdaun hijau yang baik untuk dikonsumsi ketika hamil. Brokoli banyak mengandung vitamin, folat dan zat besi.
5. Daging merah
Daging merah bisa membantu ibu hamil untuk mencukupi kebutuhan zat besi yang berguna untuk mencegah anemia saat hamil. Kandungan zat besi dari makanan hewani akan lebih mudah terserap dibandingkan sumber makanan nabati.
6. Bayam
Bayam merupakan makanan super sehat untuk ibu hamil. Bayam merupakan makanan penyuplai zat besi dan folat yang bermanfaat mencegah dan mengatasi anemia selama masa kehamilan.
7. Buah Delima
Delima merupakan makanan yang kaya akan zat besi. Jadikan buah delima sebagai menu harian untuk mencegah dan mengatasi anemia selama hamil.
8. Kismis
Kismis yaitu buah anggur yang telah dikeringkan. Kismis dapat menjadi pilihan yang baik dalam mencegah anemia ketika hamil.
9. Kuning telur
Kuning telur banyak mengandung zat besi. Kuning telur bisa membantu menjaga jumlah hemoglobin tetap normal.
10. Biji-bijian
Aneka Biji-bijian dapat membantu untuk tetap sehat serta mencegah anemia saat ibu hamil. Semua jenis biji-bijian akan menjaga hemoglobin dalam jumlah normal.
11. Kerang
Kerang merupakan makanan yang kaya akan zat besi. Mengonsumsi kerang sebagai salah satu menu makan Anda akan baik selama masa kehamilan.
12. Madu
Bila Anda mengalami anemia ketika hamil, maka madu dapat menjadi solusinya. Madu merupakan sumber zat besi yang bisa melawan anemia.
13. Jus jeruk
Jus jeruk adalah sumber vitamin C, yang bisa membantu penyerapan zat besi. Mengkonsumsi vitamin C bisa membantu memerangi anemia ketika ibu hamil.

Nutrisi Untuk Ibu Hamil

Nutrisi Untuk Ibu Hamil perlu untuk dicukupi dengan baik dan seimbang. Selain karena sangat penting untuk kesehatan Ibu hamil dan tumbuh kembang bayi, kebutuhan nutrisi ibu hamil lebih besar dibandingkan dengan wanita yang tidak sedang hamil. Berikut adalah kebutuhan nutrisi untukibu hamil yang harus dipenuhi dengan cukup dan baik.


1. Asam folat
Zat ini bermanfaat untuk mencegah agar bayi tidak cacat otak dan tulang belakang. Asam folat sangatlah penting untuk dipenuhi oleh ibu hamil. Asam folat yang dikonsumsi sebulan sebelum hamil lantas kemudian dilanjtkankan konsumsi selama trisemester pertama kehamilan baik untuk mencegah terjadinya cacat bawaan pada bayi yang dilahirkan. Asam folat dapat didapatkan dengan mengonsumsi sayuran hijau gelap seperti bayam, kembang kol, brokoli, asparagus, dan kedelai. Atau juga bisa dengan mengonsumsi buah-buahan seperti pisang, wortel, jeruk dan tomat. Sellain itu, sereal juga cuku baik untuk mencukupi kebutuhan asam folat ibu hamil.
2. Air Putih
Air putih sangat dibutuhkan selama masa kehamilan. kurangan air putih saat ibu hamil akan menyebabkan hal jauh lebih serius dibanding pada wanita yang tidak hamil. Oleh karenanya, ibu hamil haruslah mencukupi kebutuhan air putihnya minimal 10 gelas per hari.
3. Protein
Saat hamil, wanita memerlukan asupan protein setidaknya 25 mg setiap harinya, lebih banyak dari kebutuhan normal. Protein ini dibutuhkan untuk membangunan sel-sel baru pada janin serta membentukan semua bahan pengatur seperti hormon ibu dan janin. Protein dapat diperoleh dengan mengonsumsi susu, daging sapi, unggas,telur dan  ika. Sedangkan protein nabati dapat diperoleh dengan mengonsumsi tempe, mentega, tahu kacang, dan lain-lainnya.
4. Kalori
Saat trimester kedua masa kehamilan, kebutuhan kalori ibu hamil adalah 340 kalori perhari. Dan saat trimester ketiga meningkat hingga menjadi 450 kalori per hari. Sejumlah makanan sumber kalori antara lain adalah daging, telur, susu dan produk olahanya, serta unggas.
5. Lemak Esensial
Asam lemak esensial ialah (omega-3 dan omega-6) sangat dibutuhkan oleh ibu hamil untuk perkembangan otak bayi. Manfaat omega-3 dapat diperoleh degan mengonsumsi daging, telur dan telur. Sementara omega-6 dapat diperoleh dengan mengonsumsi kacang kedelai, ikan sarden, mackerel, ikan tuna dan ikan salmon.
6. Aneka Vitamin
Beragam jenis vitamin yang diperlukan oleh ibu hamil diantaranya adalah vitamin A, B6, B12, C, D, E, K serta Vitamin A. Vitamin ini berguna untuk mendukung pertumbuhan gigi serta pertumbuhan tulang, kesehatan mata, rambut, serta untuk mencegah bayi cacat. Vitamin B12 sangat dibutuhkan untuk mendukung perkembangan saraf serta fungsi otak janin.

Nutrisi Ibu Hamil

Nutrisi Ibu Hamil - Ketika sedang hamil, Ibu memerlukan asupan nutrisi yang harus dicukupi dengan baik dan seimbang. Hal tersebut sangat penting untuk menjaga kesehatan ibu  sendiri, dan juga untuk tumbuh kembang janin di dalam kandungan. Berikut adalah nutrisi ibu hamil yang harus dipenuhi oleh ibu hamil.


1. Kalori
Asupan kalori atau energi diperlukan oleh hamil demi perubahan metabolisme yang terjadi, jaringan payudara, cadangan lemak, plasenta serta tumbuh dan kembang janin. Pada trimester ke-2 dan ke-3, kalori tambahan yang dibutuhkan oleh ibu hamil mencapai 300 kalori tiap harinya, dibanding ketika sebelum hamil. Selanjutnya, pada akhir masa kehamilan diperkirakan membutuhkan 80 ribu kalori lebih banyak daripada sebelum masa hamil.
2. Protein
Protein yang dibutuhkan oleh ibu hamil sekitar 60 gram. Ini berarti 10 atau 15 gram lebih banyak dibandingkan dengan kebutuhan sebelum kehamilan. Protein berguna untuk membentuk jaringan baru, plasenta, serta mendukung pertumbuhan dan diferensiasi sel.
3. Lemak
Lemak merupakan sumber kalori utama yang dibutuhkan dalam pertumbuhan dan perkembangan janin. Disamping itu, lemak adalah sumber tenaga yang penting untu pertumbuhan jaringan plasenta. Ketika kehamilan normal, kadar lemak di aliran darah akan meningkat pada waktu akhir trimester ketiga masa kehamilan. Tubuh ibu hamil akan menyimpan lemak untuk mendukung persiapan ketika masa menyusui nantinya.
4. Karbohidrat
Karbohidrat merupakan salah sumber utama kalori yang diperlukan oleh ibu hamil. Karbohidrat mempengaruhi tumbuh dan kembanag janin. Sebaiknya, ibu hamil mengkonsumsi sumber karbohidrat kompleks dengan makan makanan seperti nasi, serealia, roti dan pasta. Karbohidrat kompleks memiliki kandungan vitamin serta mineral yang juga meningkatkan asupan serat yang disarankan selama kehamilan untuk mencegah konstipasi atau kesulitan buang air besar dan wasir.
5. Vitamin dan Mineral
Ibu hamil juga memerlukan banyak asupan vitamin ibu hamil dan mineral dibanding ketika sebelum hamil. Zat ini diperlukan untuk mendukung tumbuh dan kembang janin serta proses diferensiasi sel. Sedangkan vitamin B1, vitamin B2, niasin, dan asam pantotenat diperlukan sebagai pembantu proses metabolisme energi. Untuk membentuk DNA serta sel darah merah diperlukan vitamin b6 dan B12. Sementara itu, kebutuhan vitamin A dan C juga meningkat sepanjang hamil. Begitu juga dengan kebutuhan akan mineral, terutama zat besi dan magnesium.  magnesium dibutuhkan oleh ibu hamil untuk mendukung pertumbuhan jaringan lunak pada janin. Sedangkan Zat besi diperlukan untuk membentuk sel darah merah serta berguna untuk tumbuh dan metabolism energi serta mencegah anemia. Kebutuhan zat besi ibu hamil mencapai 2 kali lipat dibanding sebelum masa kehamilan.

Makanan Buat Ibu Hamil

Makanan Buat Ibu Hamil yang baik adalah makanan yang mampu memenuhi kebutuhan  gizi ibu hamil dan juga nutrisi ibu hamil. Hal ini diperlukan untuk menjaga kesehatan ibu sendiri, dan juga untuk mendukung tumbuh kembang bayi dan mencegahnya agar tidak megalami cacat lahir.  Makanan buat ibu hamil yang paling baik adalah makanan dari bahan-bahna lami seperti byuah buahan, sayuran, dan kacang-kacangan. Berikut selengkapnya.
1. Sayuran
Agar bayi tidak lahir cacat, perbanyaklah konsumsi sayur yang banyak mengandung asam folat. Sayuran hijau dan kuning memiliki banyak kandungan asam folat. Sayuran yang kaya akan asam folat seperti brokoli, kentang, kangkung dan daun bawang. Dan sebaiknya, untuk mendapat kandungan asam folat yang baik dan sehat, masaklah sayuran hijau jangan hingga benar-benar masak. Karena asam folat yang terkandung dalam sayuran akan rusak atau hilang jika dimasak dalam suhu yang tinggi atau proses memasak yang terlalu lama.
2. Buah-buahan
Makanan yang kaya akan asam folat lainya adalah buah-buahan. Buah yang cukup mudah ditemukan serta dikonsumsi oleh ibu hamil dan kaya akan asam folat diantaranya adalah pisang. Anda dapat menjadikan pisang sebagai menu sarapan atau buah pencuci mulut yang kaya akan asam folat yang sangat diperlukan oleh  ibu hamil. Dua buah pisang memiliki kandungan 58 mikro gram asam folat. Selain pisang, buah yang juga baik untuk ibu hamil adalah jeruk yang mengandug banyak folat untuk mencegah cacat pada sumsum tulang belakang. Dengan mengonsumsi satu buah jeruk akan dapat mencukupi 20 persen kebutuhan akan asam folat selama masa kehamilan. Buah yang juga tidak kalah sehat adalah Stroberi yang akan mencukupi 7,5 persen kebutuhan asam folat ibu hamil.
3. Kacang-kacangan
Beragam jenis kacang-kacangan mengandung banyak asam folat yang sangat diperlukan oleh ibu hamil. kacang-kacanagan seperti kacang hijau, kacang polong, kacang panjang, kacang tanah dan kedelai banyak direkomendasikan sebagai makanan untuk mencukupi kebutuhan asam folat. Asam folat bermanfaat untuk membantu perkembangan sistem syaraf bayi di dalam kandungan, mencegah bibir sumbing serta mencerdaskan otak bayi.

Susu Kedelai Untuk Ibu Hamil

Susu Kedelai Untuk Ibu Hamil - secara umum, susu kedelai memiliki banyak kandungan nutrisi dan gizi yang baik untuk kesehatan. Kandungan nutrisi dan gizi dalam susu kedelai juga diketahui baik untuk ibu yang sedang hamil. Akan tetapi, ada juga yang mengatakan sebaiknya susu kedelai tidak diminum selama masa kehamilan. Berikut adalah beberapa kandungan yang terdapat dalam susu kedelai dan manfaatnya:


1. Asam folat
Ibu hamil memerlukan asupan asam folat yang harus dipenuhi secara maksimal. Asam folat berguna untuk meningkatkan pertumbuhan sel syaraf pada janin agat sehat. asam folat sangat dibutuhkan oleh ibu hamil terutama saat trimester pertama kehamilan.
2. Lemak nabati
Lemak nabati adalah salah satu yang terkandung dalam susu kedelai. lemak nabati bermanfaat untuk menjaga ketersediaan lemak bagi ibu dan janin dalam kandungannya.
3. Vitamin
Bragam vitamin terkandung dalam susu kedelai. Vitamin-vitamin tersebut antara lain vitamin A, B1, B12, dan vitamin E. Ibu hamil memerlukan asupan vitamin yang cukup untuk menaga agar ibu dan bayi tetap sehat. Nah, susu kedelai dapat menjadi sumber vitamin untuk ibu hamil.
4. Protein
Protein bagi ibu hamil bermanfaat untuk membantu organ pembentukan janin agar bekerja denagn optimal. Selain itu, protein juga bermanfaat untuk mengganti sel-sel janin yang telah rusak. Dan tidak hanya itu saja, protein juga berguna untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh ibu saat hamil, terutama pada awal-awal masa kehamilan.
5. Karbohidrat
Karbohidrat adalah salah satu zat bermanfaat bagi ibu hamil yang terkandung di dalam susu kedelai. Karbohidrat ini sendiri, bermanfaat untuk member tenaga pada ibu. Jika kekurangan asupan karbohidrat, akan dapat menghambat tumbuh dan kembang janin, dan bahkan dapat mengakibatkan keguguran. Selain itu, kekurangan karbohidrat juga meningkatkan untuk melahirkan bayi prematur. Selain itu, susu kedelai juga dikatakan baik untuk kesehatan sistem pencernaan ibu hamil.

Akan tetapi, meski begitu banyak kandungan sehat yang diperulukan ibu hamil banyak terkandung dalam susu kedelai, dalam sejumlah penelitian susu kedelai justru malah tidak baik untu ibu hamil, dalam sebuah penelitian terbaru, dikemukakan bahwa mengonsumsi susu kedelai selama masa kehamilan dapat berpengaruh buruk bagi sistem reproduksi calon bayi atau dapat menyebabkan kemandulan. Selain itu, dikatakn pula bahwa sejumlah kandungan susu kedelai dapat mempengaruhi hormon bayi yang jika bayinya laki-laki aka mendapatkan hormon feminim yang lebih dominan. Oleh karena itu, sebaiknya Anda mengonsultasikan ke dokter jika ingin meminum susu kedelai selama mas akehamilan untuk baiknya.

Makanan Pantangan Ibu Hamil

Makanan Pantangan Ibu Hamil - sejumlah makanan yang sebenarnya tidak terlalu memberikan efek buruk bagi kesehatan, akan dapat menimbulkan hal buruk jika dikonsumsi saat masa kehamilan. Hal itu karena, ibu hamil memang lebih sensitif dan harus mendapatkan perhatian khusus, hal ini tiak hanya menyangkut kesehatan ibu, namun juga menyangkut kesehatan janin yang ada dalam kandungan. Berikut adalah makanan pantangan ibu hamil yang sebaiknya dihindari untuk dikonsumsi:


1. Makanan hewani mentah
Makanan dari hewan yang diolah mentah atau setengah matang seperti sushi, tiram, daging, dan telur jika tidak diolah hingga matang akan rentan terhadap adanya bakteri, parasit, dan virus. Sejumlah bakteri dan parasit tersebut dapat mengakibatkan keguguran atau bayi meninggal di dalam kandungan atau ketika lahir. Selain itu, susu yang tidak dipasteurisasi juga rentan akan bakteri dan parasit.
2.. Makanan nabati mentah
Biasanya, makanan berupa sayuran mentah seringkali dijdadikan lalapan. Saat hamil, sebaiknya Anda menghindari makanan tersebut.
3. Beberapa jenis ikan dan makanan laut
Makanan atau  ikan laut beresiko terkena kandungan logam merkuri yang tinggi, terlebih iakn yang didapat dari ekat pelabuahan. Ikan yang paling rentan memiliki kandungan merkuri yang banyak adalah ikan jenis besar seperti ikan hiu, ikan todak, mackerel, dan tilefish. Logam merkuri merupakan zat yang dpat mengganggu perkembangan otak janin seta sistem syarafnya. Sedangkan untuk mengonsumsi ikan yang rendah kalori seperti udang, iakn salmon, ikan sarden, ikan kalengan, ikan lele, serta nila, sebaiknya tidak lebih dari 12 ons dalam satu mingu.
4. Alkohol
Alkohol pada ibu hamil dapat merampas nutrisi dan oksigen yang dibutuhkan sel. dan alkohol juga mengakibatkan perkembangan janin tidak normal. Selain itu, juga bisa mempengaruhi kecerdasan intelektual janin dan pertumbuah fisiknya.
5. Jus yang tidak dipasteurisasi
Seperti halnya makanan mentah, jus yang tidak dipasteurisasi rentan akan bakteri, parasit, dan virus.
6. Kafein
Minuman berkafein seperti kopi, teh, minuman bersoda, minuman berenergi, minuman ringan, dan lainnya dapat meningkatkan resiko keguguran., berat badan bayi rendah, serta bayi beresiko lahir mati. Sebaiknya, ibu hamil tidak mengonsumsi kafein lebih dari 200 ml per harinya.
7. Teh herbal
Teh herbal memang tidak memiliki kandungan kafein, namun keamanannya tidak jelas bagi ibu hamil. Tidak ada studi yang menyatakan keamanan memakai obat herbal. Maka dari itu sebaiknya hindari teh ataupun suplemen herbal selama hamil.8. Makanan yang berkalori lebih
Ibu hamil memanglah membutuhkan lebih banyak asupan makanan, akan tetapi ibu hamil tidak perlu asupan yang mengandung kalori yang terlalu banyak. Sebab jika kelebihan kalori maka berat badan akan bertambah tdan dapat mengganggu kesehatan ibu, dan dapat meningkatkan risiko kelebihan berat badan janin. Saat trimester kedua kehamilan, menambah 340 kalori per hari untuk kebutuhan kalori sebelum hamil, serta 450 hari lebih pada trimester ketiga kehamilan.

Entri Populer

Artikel Ibu Hamil